Semua Paslon Siap Kalah Menang

PELEPASAN BALON: Lima paslon di pilkada Lombok Tengah melepaskan balon warna putih sebagai tanda kesamaan visi misi untuk menyejahterakan masyarakat jika terpilih. (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pemungutan suara pada pilkada serentak pada 9 Desember 2020 akan dilakukan besok pagi. Semua paslon harus menyiapkan mental untuk menghadapi kemungkinan terburuk yang akan dialaminya. Mereka harus siap kalah dan menang dalam kompetisi setengah dasawarsa itu.

Penegasan ini ditegaskan semua paslon kepala daerah yang akan bertarung. Seperti yang diungkapkan calon wali kota Mataram nomor urut 1, H Mohan Roliskana. Dia mengaku siap kalah dan menang dalam kompetisi yang diselenggarakan sekali lima tahun itu. “Prinsipnya, tentu kita siap menang dan siap kalah,” tegas Mohan, Senin (7/12).

Mohan mengaku, pihaknya sudah menyiapkan dua bulan lebih untuk mengemkampanyekan diri kepada masyarakat. Tinggal kemudian masyarakat yang menentukan mana yang dianggapnya terbaik untuk menjadi pemimpin mereka. ‘’Siapa pun nanti dari empat paslon bertarung itu diberikan amanah dan diamanatkan sebagai wali kota dan wakil wali kota Mataram, maka dialah yang terbaik,’’ ujar Mohan.

Politisi Partai Golkar ini meyakini, masyarakat Kota Mataram sudah cerdas dan pintar dalam menilai siapa kandidat layak diamanatkan sebagai pemimpin. Para kandidat hanya berkewajiban berikhtiar untuk merebut simpatisan dan meyakinkan hati masyarakat. Selebihnya, diserahkan sepenuh kepada masyarakat untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin mereka. “Kita sudah ikhtiar maksimal. Sekarang kembali terpulang kepada masyarakat pemilih,” ulasnya.

Sebagai konsekuensi kontestasi politik di pilkada, politisi muda ini menyatakan siap kalah dan menang. Apapun nanti hasil dicapai dalam kontestasi pilkada 9 Desember, pihaknya akan legawq dan ikhlas menerima keputusan masyarakat. ‘’Siapa pun terpilih di pilkada Kota Mataram, itu tentu keinginan masyarakat. Kita hanya berusaha untuk menjemput takdir. Apapun hasil itu semua kehendak Yang Mahakuasa,” ucapnya.

Intinya, Mohan berharap, penyelenggaraan pilkada Kota Mataram bisa berlangsung jujur, adil, bebas dan rahasia. ‘’Menang atau kalah, dengan cara elegan, terhormat dan bermartabat,” ucapnya.

Harapan ini juga disampaikan calon wali kota nomor urut 3, H Lalu Makmur Said. Dia memastikan diri siap menerima apapun hasil pilihan masyarakat dalam kontestasi pilkada Kota Mataram 9 Desember. ‘’Pada intinya kita sudah berusaha maksimal meyakinkan masyarakat. Hasilnya tinggal kita serahkan kepada masyarakat, siapa kandidat akan diberikan kepercayaan sebagai pemimpin,” ujar Makmur.

Sesuai komitmen dan kesepakatan bersama, Makmur dan pasangannya tentu akan menerima apapun jadi hasil pilkada. Siapa pun terpilih adalah putra-putri daerah yang dipercayakan oleh warga masyarakat. Sehingga harus didukung untuk membangun dan menyejahterakan warga masyarakat Kota Mataram. “Saya kira semua paslon niat baik dan mulia untuk membangun Kota Mataram. Sesuai komitmen bersama, siapa pun menang harus kita dukung bersama,” terangnya.

Senada diungkapkan calon wakil wali kota Mataram nomor 4, Baiq Diyah ratu Ganefi. Dia dan pasanganya juga siap menerima segala keputusan masyarakat. “Kita tidak hanya siap menang tetapi kita juga siap kalah,” katanya.

Keputusannya pihaknya ikut bertarung di kontestasi pilkada Kota Mataram, tentu harus siap dengan segala konsekuensinya. Termasuk siap menerima kekalahan. Namun demikian, dengan kerja keras dan ikhtiar yang sudah dilakukan selama lebih dari dua bulan selama masa kampanye, pihaknya tetap optimis pasangan BARU bisa memenangkan kontestasi pilkada. “Jika pun kalah, tentu kita lebih siap lagi. Ini konsekuensi dalam persaingan politik,” tandas mantan senator dua periode tersebut.

Tak jauh berbeda calon wakil wali kota Mataram nomor urut 2, TGH Abdul Manan. Dia dan pasanganya juga sudah berkomitmen untuk menerima apapun hasil pilkada, baik kalah atu menang. Namun dia berharap, pelaksanaan penyelenggaraan pilkada berjalan sesuai aturan berlaku. Sehingga apapun hasil pihaknya akan menerima berbesar hati. “Kita hanya bisa berikhtiar. Siapapun terpilih itu pilihan warga masyarakat Kota Mataram. Itulah terbaik,” timpal Manan.

Kandidat cakada Lombok Tengah juha menyatakan hal sama dengan cakada Kota Mataram. mereka juga siap menerima segala risiko dalam politik di pilkada serentak ini. Mereka siap menerima kekalahan dan kemenangan sesuai amanat rakyat.

Bahkan, mereka sama-sama berkomiten dalam menjaga kondusivitas daerah. Bersama Forkopimda, para kandidat ini melakukan doa dan apel bersama untuk pemberangkatan personel pengamanan TPS di Alun-Alun Tastura Praya, Senin (7/12). Kelima paslon yang bertarung dalam daerah itu mengaku siap kalah dan menang.

Seperti yang diungkapkan calon bupati Lombok Tengah nomor urut 2, Ahmad Ziadi, kalah dan menang bukan urusan mereka. Semua urusan menang dan kalah diserahkan kepada rakyat selaku pemilih dan Tuhan Yang Mahakuasa selalu penentu. Tugas mereka sebagai kandidat adalah beriktiar dan berjuang maksimal untuk meyakinkan hati masyarakat. “Tapi jangan sekali-kali curang dan menganggap remeh suara rakyat. Karena pilkada ini menggunakan uang negara yang berasal dari rakyat,” pesan Ziadi, Senin (7/12).

Ziadi menegaskan, jika nanti ada oknum yang bermain dalam pesta demokrasi ini, maka bersiap-siap masyarakat akan memberikan hukuman. Terlebih pengalaman pileg 2019 menjadi pembelajaran dan preseden buruk. Maka tentu semua elemen, terutama Bawaslu harus bertindak tegas dan tidak mentolerir jika ada permasalahan. “Jadi kami selalu siap, bahkan saksi- saksi kita sudah ada. Kita menggunakan lima lapis. Semua yang sudah kita tugaskan di bawah memegang handphone android, sehingga apa yang terjadi di bawah harus difoto,”katanya.

Calon bupati nomor urut 3, H Masrun menimpali, dalam sebuah kontestasi politik maka sudah dipastikan ada yang kalah dan menang. Siapa pun yang keluar menjadi pemenang sudah menjadi ketentuan dari Allah Swt dan semua paslon ini harus bisa menerima. “Pemenang sudah ada, hanya Allah yang tahu. Kalah menang dalam kontestasi itu wajib ada yang menang dan ada yang kalah. Siapa pun pemenangnya itu sudah ketentuan Allah. Semua calon wajib menerima dengan lapang dada, lima calon wajib memberikan pelajaran politik yang baik dan benar sesuai aturan. Karena semua calon ini putra putri Loteng terbaik yang harus jadi panutan,”tegasnya.

Begitu juga yang valon bupati nomor urut 4, H Lalu Pathul Bahri, semua paslon merupakan putra putri terbaik Lombok Tengah. Karena itu, semua elemen masyarakat harus saling bersinergi menciptakan pilkada damai. “Mari kita wujudkan pilkada yang aman dan damai, agar pembangunan di daerah kita ini bisa terus berjalan dengan baik,”pesannya. (yan/met)