Semua Klaim Nomor Hoki

NOMOR URUT: Semua paslon mengklaim nomor urutnya memiliki makna dan keberuntungan sendiri. Tampak lima paslonkada Lombok Tengah mengangkat nomor urutnya masing-masing. (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB melaksanakan tahapan pengundian nomor urut pasangan calon bupati/wali kota dan wakil bupati/wakil wali kota di tujuh kabupaten/kota, Kamis (24/9).

Pelaksanaan tahapan pilkada ini sendiri berlangsung aman dan lancar di tempat dan waktu berbeda. Semua paslon yang sudah ditetapkan telah mengantongi nomor urut masing-masing. Para paslon juga mengklaim bahwa nomor urut yang mereka dapatkan berarti baik. Nomor urut tersebut dimaknai sebagai suatu keberuntungan yang bisa mengantarkannya menuju kemenangan.

Untuk pengundian nomor urut paslon di Kabupaten Lombok Utara (KLU), pasangan H Djohan Sjamsu dan Danny Karter FR (Joda Akbar) mendapatkan nomor urut 1. Sedangkan calon petahana H Najmul Akhyar dan H Suardi (Nadi) mendapatkan nomor urut 2.

Kemudian Kota Mataram, pasangan H Mohan Roliskana dan TGH Mujiburrahman (Harum) mendapatkan nomor urut 1. Kemudian nomor urut 2 disusul pasangan Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (Salam), nomor urut 3 didapatkan pasangan H Lalu Makmur Said dan Badruttama Ahda (Muda), dan nomor urut 4 jatuh pada pasangan Baihaqi dan Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru).

Untuk pilkada Lombok Tengah, nomor urut 1 diperoleh pasangan Lale Prayatni dan H Sumum (PAS). Nomor urut 2 jatuh pada pasangan Ahmad Ziadi dan Lalu Aswatara, nomor urut 3 pasangan Masrun dan Habib Ziadi (Manthab), nomor urut 4 pasangan Lalu Pathul Bahri dan Nursiah (Maiq Meres), dan pasangan nomor urut 5 jatuh pada pasangan Lalu Saswadi dan Dahrum (Sadar).

Pindah ke Kabupaten Sumbawa Barat, KPU tak perlu repot mengundi nomor. KPU setempat hanya menempatkan tata letak pasangan calon saja. Mengingat terjadi pasangan calon tunggal HW Musyafirin dan Fud Syaifudin akan melawan kotak kosong.    

Selanjutnya Kabupaten Sumbawa, nomor urut 1 jatuh pada pasangan petahana M Husni Djibril dan M Ikhsan, nomor urut 2 jatuh pada pasangan Nurdin Ranggabarani dan Burhanuddin Jafar Salam, nomor urut 3 pasangan Talifuddin dan Sudirman, nomor urut 4 pasangan Mahmud Abdullah dan Dewi Noviany, dan nomor urut 5 jatuh pada pasangan Syarafaudin Jarot dan Mohlis.

Untuk pilkada Bima, nomor urut 1 jatuh pada pasangan H Irfan dan Herman AE, nomor urut H Syafrudin HM Nur dan Ady Mahyudi, dan nomor 3 didapatkan pasangan petahana Hj Indah Damayanti Putri dan Dahlan M Noer. Untuk pilkada Dompu, nomor urut 1 jatuh pada pasangan Hj Eri Aryani Abubakar dan Ihtiar, nomor urut 2 diraih pasangan Kader Jaelani dan Syahrul Parsan.

Ketua KPU provinsi NTB, Suhardi Soud mengatakan, pengundian nomor urut dipastikan sesuai protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Setiap paslon diwajibkan menggunakan masker dan sarung tangan. Saat memasuki ruangan, para paslon dan tamu undangan juga harus melalui pemeriksaan suhu tubuh. ‘’Usai pengundian nomor urut paslon, kemudian berlanjut dengan agenda deklarasi pilkada damai,’’ ujar Suhardi Soud.

Masing-masing calon memaknai nomor urut yang didapatkannya memiliki arti dan keberuntungan tersendiri. “Alhamdulillah, kami ditakdirkan oleh Allah mendapatkan nomor urut 1. Nomor awal, kalau mau menjadi juara itu harus mengambil nomor 1. Itu filosofinya,” ucap calon bupati Lombok Utara, Djohan Sjamsu saat pengundian nomor urut di halaman kantor KPU Lombok Utara.

Dalam kesempatan itu, Djohan mengajak seluruh masyarakat Lombok Utara agar tetap menjaga kedamaian dan integritas. Sehingga persatuan kesatuan tetap terbina, persaudaran selalu terjalin dengan baik. ‘’Mudah-mudahan bermakna kemajuan bagi Lombok Utara lima tahun ke depan,’’ harap Djohan.

Berbeda halnya disampaikan calon bupati petahana KLU, H Najmul Akhyar yang mendapatkan nomor urut 2. Dia mengaku secara pribadi tak memercayai angka adalah penentu kemenangan. Baginya, yang menentukan kemenangan itu takdir Allah atas ikhtiar yang dilakukan. “Namun demikian, sejarah sudah membuktikan sepanjang pilkada di Lombok Utara, pemenangnya adalah nomor urut 2,” katanya diamini wakilnya sembari menunjukan nomor urut 2.

Najmul menyebutkan, pada pilkada 2010 dia menjadi wakil bupati mendampingi Djohan Sjamsu mendapatkan nomor urut 2 dan keluar menjadi pemenang. Lalu pilkada 2015, ia maju sebagai bupati didampingi Sarifudin mendapatkan nomor urut 2 juga dan berhasil menjadi pemenang. “Ternyata sepanjang pilkada Lombok Utara, pemenangnya adalah nomor urut 2, bukan nomor urut yang lain,” tandasnya.

Ia mengajak harus menjalankan pilkada ini sebagai salah satu bentuk pesta demokrasi secara damai dan harus siap saling menghargai, saling menghormati. Sebagaimana sering disampaikan, bahwa pilkada adalah ruang berlomba-lomba melakukan kebaikan-kebaikan. Siapapun yang mencalonkan diri di Lombok Utara mereka adalah orang-orang baik. ‘’Marilah bersama menjaga kebaikan itu dengan cara yang baik agar hasilnya juga baik. Tidak boleh menodai pilkada ini dengan saling hujat menghujat, caci maki, saling merendahkan, pesta demokrasi ini satu langkah saja dari proses menentukan pimpinan daerah. Siapa pun yang terlahir pimpinan dari pesta demokrasi ini harus ditaati dan dihormati secara bersama-sama,’’ seru Najmul.

Nomor hoki ini juga diklaim paslonkada Lombok Tengah. Seperti yang diutarakan calon bupati Lombok Tengah nomor urut 1 Lale Prayatni. Dia mengaku akan langsung bergerak untuk meraih simpatisan masyarakat setelah mendapatkan nomor urut. ‘’Dengan nomor urut pertama ini, maka kami akan bersama-sama dengan tim untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” ungaap Lale Prayitni.

Begitu pula seruan yang disampaikan calon bupati nomor urut 2, Ahmad Ziadi. Dia menyeru kepada semua tim dan relawannya untuk terus menginformasikan kepada masyarakat, bahwa nomor keberuntungan yang mereka dapatkan adalah nomor 2. Dengan nomor itu pula, pasangan Ziadi-Aswatara optimis bisa mendulang suara tertinggi di pilkada mendatang. “Jadi semua tim kami minta untuk terus menyampaikan kepada masyarakat untuk nomor urut 2 yang sudah kita dapatkan ini,” cetusnya.

Senada disampaikan pasangan nomor urut 3, Masrun-Habib. Pasangan ini juga menegaskan, nomor urut tiga sangat bagus dan sejalan dengan tanggal pemilihan. Dia yakin, Tuhan meridai perjuangan mereka sehingga diberikan nomor urut 3. “Ini tanda kemenangan karena tangan kami diarahkan mengambil nomor urut 3. Tapi kami berpesan agar kita tetap menjalankan pesta demokrasi ini dengan aman dan damai,” pesannya.

Begitu juga dengan paslon nomor urut 4, Lalu Pathul Bahri- H Nursiah. Baginya, nomor urut 4 merupakan tanda ke depan bahwa paket ini bisa menang di pilkada mendatang. Angka tersebut diklaim memiliki makna tersendiri bagi pasnagan ini. “Sama dengan jumlah jari saya ada empat. Kita optimis bisa menang,” kata Pathul Bahri, pria yang diketahui kehilangan jari telunjuk kanannya ini.

Begitu pula dengan paslon nomor urut 5, Lalu Saswadi-Dahrum. Mereka juga menegaskan, nomor urut 5 akan mudah dikenali masyarakat. Mereka bersyukur diberikan kepercayaan dengan nomor urut 5. “Apalagi penetapan nomor urut ini dilakukan di Desa Penujak. Maka kita yakin yang menang adalah orang Penujak juga,” terang Lalu Saswadi. (yan/flo/met/dir)