Semester I, Kinerja BPR Syariah Tumbuh Positif

Semester I, Kinerja BPR Syariah Tumbuh Positif
TUMBUH POSITIF: Pegawai Customer Servis (CS) PT BPR Syariah PNM Patuh Beramal saat akan melayani nasabah. (Lukmanul Hakim/Radar Lombok)

MATARAM – Perkembangan kinerja sejumlah industri keuangan syariah di Provinsi  NTB menunjukan pertumbuhan yang positif.

Hal tersebut juga dialami PT Bank Pembiayaan Rakyat (BPR) Syariah PNM Patuh Beramal. Dimana hingga Juni tahun 2017 ini tumbuh mencapai 20,66 persen untuk asset. Direktur Utama PT BPR Syariah PNM Patuh Beramal, Yanuar Alfan mengatakan, pertumbuhan positif untuk kinerja di semester I tahun 2017 ini lebih disebabkan seluruh jajarannya betul-betul mengoptimlakan potensi pasar yang ada. Khususnya yang menjadi pangsa pasar BPR yakni sektor yang merupakan pelaku usaha mikro,kecil dan menengah (UMKM).

“Alhamdulillah tumbuh positif di semester I tahun 2017,” kata Yanuar, kemarin.

Yanuar mengatakan,  pertumbuhan aset PT BPR PNM Patuh Beramal year on year (YoY) atau Juni 2016 dengan Juni 2017 tumbuh mencapai 20,66 persen. Begitu juga dengan pembiayaan mengalami perkembangan positif. Dimana pembiayaan tumbuh mencapai 28,72 persen secara YoY.

Menurut Yanuar, kondisi ekonomi yang kurang membanggakan di awal tahun 2017 lalu, memang sempat terjadi pelambatan realisasi pembiayaan dan juga pertumbuhan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Kendati demikian, berkat kerja keras tim di BPR Syariah PNM Patuh Beramal dengan tetap mengendepankan kehati-hatian, alhasil mampu tumbuh positif di akhir Juni 2017.

Pada semester I tahun 2017, BPR Syariah PNM Patuh Beramal berhasil menghimpuan DPK dengan tumbuh mencapai 36, 83 persen yoy dari Januari 2016 hingga Januari 2017.  Sementara itu untuk kondisi semester I tahun 2017, yakni Januari –Juni pembiayaan tumbuh sekitar 21 persen. Angka pertumbuhan tersebut, tentunya cukup membanggakan, disaat kondisi ekonomi di NTB belum begitu membanggakan, kecendrungannya lesu.

Kendati demikian, Yanuari mengaku tetap optimis, pada semester II tahun 2017 ini, sejumlah target yang belum mencapai realisasi bisa dikejar secara maksimal dengan berbagai program yang sudah disiapkan, baik itu penghimpunan DPK, pembiayaan. “Kami masih optimis di semester II nanti, akan lebih positif,’ pungkasnya. (luk)