Semen Langka, Pelaksana Proyek Ubah RAB

Muhdim
Muhdim.(januari irwan/radar lombok)

SELONG– Langka dan naiknya harga semen membuat desa harus mengubah rencana anggaran biaya (RAB) proyek.

Kepala Desa Keruak Kecamatan Keruak, Muhdim, misalnya, mengakui harga semen di wilayahnya menembus Rp 90 ribu per zak, bahkan ada yang Rp 100 ribu. Pihak desa yang kesulitan melanjutkan pengerjaan proyek sebagaimana yang telah direncanakan. “Selain berpengaruh pada program fisik yang sedang berjalan, kelangkaan semen ini juga cukup berdampak pada berubahnya Rencana Anggaran Belanja (RAB) dalam satu perencanaan pembangunan di desa,” katanya kemarin.

Kelangkaan semen disiasati dengan mengubah RAB yang sudah jadi agar apa yang direncakana sebelumnya bisa dikerjakan oleh desa lewat Dana Desa (DD) termin terakhir. Akan tetapi apabila kondisi ini terus berubah naik, mau tidak mau pengerjaan fisik terpaksa ditunda.
 “ Namun sebelum itu kami berharap pemerintah dapat mengambil langkah dan sikap agar harga semen dapat kembali seperti semula. Karena sampai hari ini harga semen di toko masih cukup tinggi,”ungkapnya.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Lombok Timur, Makripatullah, mengaku dengan adanya keluhan seperti itu dari para penyedia, pihaknya selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) langsung melakukan berkonsultasi dengan BPKP dan TP4D terkait dengan limit dan tingginya harga semen.” Dari hasil konsultasi kami, BPKP dan TP4D memberikan arahan kepada kami agar mengumpulkan seluruh KPA, seluruh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang mengerjakan konstruksi untuk dapat berkumpul. Kemarin sudah dilakukan komunikasi dengan Kabag ADPEM, kemudian komunikasi yang sudah kami lakukan tersebut ditindaklanjuti ke kepala Dinas Perindag,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, KPA dan PPK yang ada berencana melakukan hearing ke DPRD  terkait limit dan mahalnya harga semen yang dimana sudah mulai berdampak signifikan terhadap kemajuan pelaksanaan pekerjaan proyek di lapangan. Menurutnya, jika kondisi hari ini terus-menerus terjadi tentunya akan berdampak pada masa pelaksanaan dan tidak menutup kemungkinan seluruh penyedia yang mengerjakan konstruksi akan dikenakan denda dan sanksi.

Sementara itu sesuai Peraturan Presiden nomor 16 tahun 2018 yang telah ditetapkan terkait syarat-syarat umum kontrak, kelangkaan serta tingginya harga semen belakangan ini belum dikategorikan force majeure. Sehingga semua penyedia tetap dituntut untuk dapat bekerja sesuai dengan kontrak.” Apabila ada penyedia pelaksana proyek tidak mampu melanjutkan pekerjaannya akibat kondisi hari ini, dipersilahkan untuk dapat membuat surat pernyataan tidak mampu,” pungkasnya.

Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman, Mastur, juga mengakui kelangkaan semen yang terjadi belakangan ini membuat banyak pihak menjerit. Tingginya harga semen ini membuat pembang

unan yang sedianya tuntas dikerjakan menjadi terganggu. “ Kita juga sekarang sedang mengerjakan rumah, tapi dengan adanya kelangkaan ini, kita terganggu, yang seharusnya bisa tuntas kita kerjakan 10 menjadi lima unit saja, karena faktor semen yang sangat langka dan harganya tinggi,” singkatnya.(wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid