Sembilan Tahun Sekolah Tinggi Penerbangan LIFT Berdiri, Belum ada Siswa dari NTB

KUNJUNGAN : Direktur Lombok Institus Of Fligh Technologi (LIFT) Lalu Didi Yuliadi didampingi Kepala Sekolah LIFT Captain Abbas Yahya Ali saat berkunjung ke ruang kerja Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc, Senin (29/6). (Ist)
KUNJUNGAN : Direktur Lombok Institus Of Fligh Technologi (LIFT) Lalu Didi Yuliadi didampingi Kepala Sekolah LIFT Captain Abbas Yahya Ali saat berkunjung ke ruang kerja Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc, Senin (29/6). (Ist)

MATARAM-Sekolah Tinggi Penerbangan Lombok Institus Of Fligh Technologi (LIFT) merupakan sekolah terlengkap yang dapat mencetak SDM dibidang penerbangan.

  Keberadaanya di Ampenan Kota Mataram, merupakan satu-satunya lembaga pendidikan penerbangan di wilayah Indonesia Timur. Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah, M.Sc berharap sekolah ini, akan melahirkan penerbang handal dari putra-putri NTB. Bahkan Dr Zul memiliki cita-cita agar kedepan anak-anak petani maupun nelayan bisa mengeyam pendidikan disekolah ini. Bila perlu pemerintah akan menyiapkan dukukungan biaya atau beasiswa bagi anak-anak tersebut. “Kami akan usahakan agar anak-anak yang memiliki keinginan menjadi penerbang memperoleh pendidikan yang dibiaya pemerintah,” ujar Bung Zul sapaan akrab Gubernur NTB saat menerima kunjungan Direktur Lombok Institus Of Fligh Technologi (LIFT) Lalu Didi Yuliadi di ruang kerjanya, Senin (29/6).

 Menurutnya, dengan keberadaan LIFT sebagai satu-satunya sekolah penerbangan di Wilayah Timur Indonesia, membuat siswa- siswi NTB usai menamatkan pendidikan SMA memiliki alternatif untuk melanjutkan jenjang pendidikan sebagai pilot pesawat atau helikopter. “Apalagi tantangan kedepan profesi sebagai penerbangan masih langka dimiliki orang,” terang gubernur.  Apalagi di tahun 2021 mendatang, kata gubernur akan ada perhelatan akbar dunia MotoGP. Maka dibutuhkan SDM yang memiliki keahlian menerbangkan pesawat latih atau helikopter, untuk mengantar tamu yang ingin berkunjung ke Pulau Sumbawa.

 Sementara itu, Direktur Lombok Institus Of Fligh Technologi (LIFT) Lalu Didi Yuliadi, menyambut baik dukungan Gubernur NTB. Sebagai putra daerah ia merasa terpanggil untuk memajukan SDM dibidang penerbangan. Diakuinya, keberadaan sekolah ini belum banyak diketahui oleh masyarakat. Bahkan selama 9 tahun berdirinya, siswa-siswi sekolah ini berasal dari luar NTB. “Kita sedang mendidik siswa-siswi utusan provinsi Papua. Ini kerja sama antara LIFT dengan pemerintah daerah setempat,” katanya.

 Ia berharap putra-putri NTB punya minat untuk menempuh pendidikan dibidang penerbangan. “Karena wilayah kita terdiri dari dua pulau besar. Akses transportasi seperti pesawat latih dan helikopter merupakan alat untuk mempermudah konektivitas antar wilayah dalam provinsi maupun kabupaten,”harapnya.

 Sekolah pilot LIFT ada di Jalan Dukuh Saleh No.16 Pejeruk Sejahtera, Ampenan, Kota Mataram. Memiliki fasilitas belajar yang cukup lengkap. Hingga kini, LIFT telah berhasil mencetak lulusan lulusan pilot yang siap bersaing di industri penerbangan nasional dan internasional. Sudah meluluskan sebanyak 150 pilot yang sudah bekerja di  maskapai penerbangan dalam dan luar negeri.

 Saat ini LIFT mengoperasikan empat pesawat latih jenis Aerospace Liberty XL2 Vanguard. Jenis pesawat ini termasuk pesawat latih tercanggih di dunia sekarang dan satu- satunya sekolah pilot di tanah air yang menggunakan jenis pesawat ini untuk latihan terbang bagi siswa siswinya. Disamping fasilitas LIFT memiliki sarana praktek di tiga lokasi di NTB, yaitu di Bima, Sumbawa dan BIL Lombok Tengah. Sekolah ini lebih unggul lokasi latihan dibanding sekolah penerbangan di Jawa dan daerah lain. “Gubernur sudah mendukung penuh dan siap menyekolahkan putra-putri NTB sebagai penerbang menyambut even Motor GP dan industri pariwisata kedepan,” tutup pria asli Lombok ini.  Ikut serta dalam silaturahmi dan kunjungan kerja tersebut Kepala DPMPTSP, Kadis Dikbud, Karo Kerjasama, Sekdispar NTB, Instruktur penerbang Sekolah Penerbang LIFT.(sal/hms)

Komentar Anda