Sembilan SPBU Uji Coba Penjualan BBM Non Tunai

Sembilan SPBU Uji Coba Penjualan BBM Non Tunai
SPBU NON TUNAI: SPBU di Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya ini menjadi salah satu SPBU yang ditunjuk untuk menerapkan penjualan BBM secara non tunai, menggunakan kartu uang elektronik. (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB bersama Pertamina Area Mataram, menunjuk Sembilan (9) SPBU di Kota Mataram dan Lombok Barat, untuk menjadi pylot project (proyek percontohan, red) penjualan bahan bakar minyak (BBM) menggunakan transaksi elektronik, atau uang non tunai. Uji coba penjualan BBM non tunai tersebut mulai berlaku pada awal Desember 2017 mendatang.

BACA JUGA :  Menko Perekonomian Diminta Solusi untuk Nelayan Lobster

Deputi Kepala Perwakilan BI NTB, Wahyu Yuana Hidayat mengatakan, uji coba penjualan BBM di 9 SPBU yang ada di dua kabupaten/kota, yakni Kota Mataram dan Lombok Barat tersebut melibatkan empat bank BUMN dan BPD.

“Awal Desember ini uji coba transaksi non tunai pengisian BBM di 9 SPBU menggunakan kartu elektronik sudah dilaksanakan. Peluncuran secara resminya nanti di puncak HUT NTB tanggal 17 Desember,” kata Wahyu Yuana Hidayat, Rabu (29/11).

Dikatakan, lembaga perbankan yang menjadi mitra SPBU sudah mulai menyiapkan perangkat mesin ‘Electronic Data Capture’ (EDC) di setiap SPBU yang sudah ditunjuk menjadi pylot project penerapan pembelian BBM non tunai.

Ketersediaan dan kesiapan infrastruktur mesin EDC dan lainnya sebagai tempat pembayaran menggunakan kartu uang elektronik dari masing-masing bank sudah hampir rampung.

Infrastruktur mesin EDC itu nantinya dipasang disetiap layanan pengisian BBM. Setiap konsumen yang mengisi BBM bisa langsung menggesek kartu uang elektronik sebagai alat pembayaran sesuai dengan nominal pengisiannya. Setiap konsumen yang melakukan pengisian harus memiliki kartu uang elektronik yang dikeluarkan oleh bank.

BACA JUGA :  Tidak Transparan, Penjualan Saham Dipersoalkan

Sementara untuk pengisian kartu uang elektronik bisa dilakukan di bank bersangkutan, ataupun di merchandise yang sudah memiliki kerjasama dengan perbankan tersebut, seperti sejumlah toko ritel modern dan juga layanan provider kartu telepon seluler yang sudah ada kerjasama dengan perbankan.

“Setiap SPBU itu akan dipasang mesin EDC bersama oleh bank. Sehingga saat konsumen bertransaksi dari kartu bank apa saja, bisa dilakukan,” jelasnya.

Menurut Wahyu, pemberlakukan uji coba transaksi pembelian BBM di SPBU dengan menggunakan uang kartu elektronik (e-money) merupakan program gerakan nasional non tunai (GNNT).

Selain itu, gerakan transaksi e-money ini sebagai salah satu upaya menekan beredarnya uang palsu yang sering juga ditemukan digunakan bertransaksi oleh oknum tidak bertanggungjawab di SPBU.

Begitu juga untuk menghindari aksi perampokan yang sering terjadi di SPBU. Uang tunai yang ada di SPBU rentan terjadi perampokan. Karena  dengan memanfaatkan transaksi non tunai menggunakan kartu uang elektronik, maka uang hasil penjualan lebih aman, karena terkoneksi langsung ke rekening perusahaan di bank.

Selain juga bagi konsumen tentunya lebih efektif, dan efisien. Karena jika biasanya kembalian belanja kurang dari Rp1000 atau Rp500 terkadang dikasih permen sebagai ganti kembalian uang.

BACA JUGA :  Motor Honda CRF250Rally Mulai Mengaspal di NTB

Tetapi dengan transaksi menggunakan kartu elektronik dalam pembelian BBM di SPBU, maka berapapun kembaliannya itu tetap utuh nominalnya di kartu non tunai milik dari konsumen tersebut. “Transaksi menggunakan non tunai ini pastinya lebih aman, efisien dan efektip,” terangnya.

Sementara Sales Executive Retail XI, PT Pertamina Ampenan, Reggi Senjang Paramagarjita mengatakan, sebanyak 9 SPBU yang dijadikan tempat uji coba penerapan transaksi pembelian BBM non tunai, diantaranya 5 SPBU di Kota Mataram dan 4 SPBU di Lombok Barat.

“Sebanyak 9 SPBU ini sudah final tempat uji coba penerapan penjualan BBM secara non tunai. Perbankan sudah mulai memasang infrastruktur mesin EDC di SPBU,” katanya.

Reggi menambahkan, jumlah total SPBU di Provinsi NTB baik itu di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa sebanyak 44 layanan SPBU. Untuk uji coba tahap pertama ini di 9 SPBU yang ada di Kota Mataram, diantaranya SPBU di Dasan Cermen, SPBU di Jalan Adi Sucipto, Selaparang, SPBU Jalan Gajah Mada, Pagesangan, SPBU Karang Jangkong, dan SPBU Kekalik.

BACA JUGA :  Siapkan Layanan Prima, Astra Motor Perkuat SDM

Selanjutnya untuk 4 SPBU di Lombok Barat, diantaranya, SPBU di Jalan Raya Lembar, SPBU di Jalan Raya Senggigi, Meninting, Batu Layar, SPBU di Jalan Raya Tanjung, Gunungsari, dan SPBU Rintam Narmada, Gerimax.

“SPBU sudah mulai menjalankan training (pelatihan) bagi karyawannya untuk pengoperasian mesin EDC. Pertamina dan pihak SPBU juga sudah melakukan sosialisasi ke berbagai pihak,” pungkasnya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut