Semarakan Ramadan dengan Satu Anak Satu Juz Perhari

MATARAM – Bulan Ramadan menjadi bulan berkah bagi umat Muslim dan dijadikan sebagai bulan, dimana syiar Islam itu begitu nyata dan terdengar hampir di seluruh ujung perkampungan tak terkecuali di lembaga pendidikan.

Selama bulan Puasa Ramadan, Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Harapan, Mataram dijadikan sebagai bulan membumikan bacaan Alqur'an. Bahkan setiap anak panti dalam sehari bisa membaca 1 juz Alqur'an dengan program ‘One Day One Juz’. Program membaca Alqur'an bagi setiap anak panti Satu hari 1 juz berlangsung sejak hari pertama masuk bulan suci Ramadan 1437 Hijriyah. “Selama puasa Ramadan kegiatan membaca Alqur'an lebih diperbanyak waktunya,” kata Kepala PSAA “ Harapan” Mataram UPTD Dinas Sosial dan Kependudukan Catatan Sipil (Dinsosdukcapil) Provinsi NTB, Nuryanti didampingi pengasuh PSAA “Harapan’ Mataram, Suaeb di Mataram, Rabu kemarin (8/6).

Selama libur sekolah,  sebanyak 86 anak di panti sosial membumikan bacaan Alqur'an setiap pagi dari pukul 08.00 wita hingga pukul 11.00 wita. Dimana anak panti yang laki-laki dipisahkan tempat tadarusannya dengan anak panti perempuan.

Masing-masing dibimbing dua orang ustadzah dan dua orang ustadz.

Setiap anak panti ditargetkan bisa membaca minimal 1 juz dalam sehari. Dengan demikian dari 68 anak  panti yang ada di PSAA “Harapan” Mataram bisa khataman dua kali dalam sehari.

“Jika nanti anak –anak sudah mulai masuk aktif sekolah, maka pelaksanaan tadarusan kami gelar setiap sore dari pukul 16.00 Wita sampai 17.30 Wita,” kata Nuryanti.

Selama bulan puasa Ramadan, membumikan baacan Alqur'an menjadi kegiatan rutin dilaksanakan anak – anak di Panti Sosial Asuhan Anak Harapan Mataram dalam mengisi waktu luang dengan tetap mendapatkan pendampingan dari guru khusus. Bahkan pada malam hari, begitu selesai mengerjakan shalat taraweh berjamaah, seluruh anak panti mengisi waktu luang mereka sebelum tidur istirahat dengan mengikuti tadarrusan bersama petugas di panti dan masyarakat umum lainnya.

Kegiatan bernuansa islami bagi anak panti tidak sebatas membaca Alqur'an, sambung Nuryanti namun juga diisi dengan berbagai ceramah tentang yang berkaitan dengan agama dan tata cara beradab dan norma serta tata cara beribadah. Dengan demikian, setelah anak –anak panti kembali ke kampung halaman mereka, nantinya bisa menjadi panutan dan memberikan pencerahan kepada masyarakat dan lingkungan paling tidak keluarga terdekat mereka di kampung halaman. “Berbagai pelajaran agama juga diajarkan kepada anak didik, setelah membaca Alquran,” ujarnya. (luk)

BACA JUGA :  Wakil Bupati Safari Ramadan di Terengan Timur