Semangat Para Siswa Di Tengah Duka Gempa, Tetap Ingin Sekolah Meski Rumah Hancur

SEMANGAT PARA SISWA DI TENGAH DUKA GEMPA
PAKAIAN : Yoga Hariadi memilih pakaian yang masih layak pakai diantara reruntuhan bangunan rumahnya. (FAHMY/RADAR LOMBOK)

Diantara korban gempa adalah Yoga Riadi, siswa kelas VII SMPN 1 Batu Layar. Rumah orang tuanya hancur. Meski begitu semangatnya untuk terus sekolah tetap ada.


*ZULFAHMI- LOMBOK BARAT*


SEHABIS salat zuhur di masjid Nurul Hidayah Dusun Batu Layar Barat Kecamatan Batu Layar, Radar Lombok menyusuri kampung setempat yang rusak parah akibat gempa. Ini adalah kampung yang dekat dengan jantung pariwisata Lombok Barat. Saat menyusuri kampung, Radar lombok menemukan seorang anak yang tengah mengumpulkan barangbarang diantara puing bangunan.Anak itu mengenakan kaos oblong warna merah dengan topi warna merah dan celana pendek.

BACA JUGA: Cerita Pilu Dari Korban Gempa, Ibu Meregang Nyawa demi Selamatkan Anak

Namanya Yoga Riadi (14), siswa SMPN 1 Batu Layar. Gempa yang terjadi pada minggu lalu menghancurkan rumahnya. Meski rumahnya sudah hancur tetapi ia tetap semangat untuk bangkit dan kembali sekolah meski pakaian seragamnya sudah tertimbun reruntuhan bangunan.

Kepada Radar Lombok ia mengatakan akan mulai sekolah hari ini. Karena itu ia berusaha mengumpulkan buku dan catatan yang tertimbun reruntuhan. Barang-barang kebutuhan sekolah yang terkumpul kemudian ia masukkan ke dalam lemari yang masih tergeletak di atas reruntuhan.

Setelah selesai, ia menuju ke bak pakaian. Dari bak itu ia dapatkan pakaian yang mungkin saja bisa dipakai sehari-hari.

Saat ditanya apakah pakaian seragamnya masih ada? Yoga menjawab masih dalam kondisi layak pakai.”Seragam sudah ada sudah saya bersihkan kemarin,’’ katanya.

Begitu juga untuk sepatu dan perkakas sekolah lainnya sudah ia bersihkan.”Besok kalau ada pengumuman saya akan masuk sekolah,” ungkapnya. Saat ini sedang membantu orang tuanya mengumpulkan atau memilah barang-barang berharga yang masih bisa dimanfaatkan. Satu persatu pakaian yang numpuk di bak diperiksa masih layak atau tidak. Jika sudah tidak layak, ia menaruhnya kembali.

Di kampungnya ada 5 orang teman sebayanya yang merupakan satu sekolah dengannya. Kondisi mereka juga sama, rumah hancur. Ia dan teman-temannya tinggal di tenda pengungsian sambil menunggu rumah mereka bisa diperbaiki kembali. Ia mengaku tidak ingin terus larut dalam musibah gempa bumi, ia berjanji pada dirinya sendiri untuk kuat dan segera bangkit dari keterpurukan.” Saya harus tetap semangat sekolah untuk masa depan saya,’’ tegasnya penuh semangat sambil tersenyum.

BACA JUGA: Kisah Korban Selamat Tertimpa Reruntuhan Gempa Bumi 7.0 Skala Richter

Iapun mengajak teman-temannya untuk masuk sekolah. Karena baginya tidak ada untungnya juga kalau mereka tidak sekolah, hanya karena rumah mereka hancur dan tinggal di pengungsian. Malah bagi Yoga dengan sekolah dirinya mungkin bisa lebih cepat melupakan kejadian yang sudah terjadi.” Besok saya sudah siap untuk masuk sekolah kembali,” ungkapnya penuh yakin.(*)