Semakin Jauh, Tunjangan Guru Daerah Terpencil Dipertanyakan

guru daerah terpencil
MENYEBERANG: Para guru saat menyeberang menggunakan perahu menuju sekolah tempat mereka mengajar di Pulau Maringkik belum lama ini. (Janwari Irwan/Radar Lombok)

SELONG – Pihak SDN-SMP Satap 1 Kecamatan Keruak mempertanyakan penghapusan tunjangan guru daerah terpencil (gudacil) sejak setahun terakhir. Mereka mendapat kabar pemerintah pusat telah menggelontorkan anggaran tunjangan guru terpencil ke masing-masing daerah.

”Waktu itu saya ke Jakarta. Kemudian saya menyempatkan diri bertanya di Dirjen, dan dikatakan tunjangan gudacil selalu dan sudah diluncurkan ke daerah,” kata Kepala SDN-SMP Satap Abdur Kadir kepada Radar Lombok, kemarin (10/5).

Kadir menambahkan, tunjangan gudacil sangat membantu para guru yang berada di wilayah terpencil. Karena mengajar di wilayah terpencil membutuhkan kesabaran selain dengan risiko tinggi. Sehingga program tunjangan gudacil akan sangat membantu meningkatkan kesejahteraan guru gudacil. ‘’Sayangnya program ini dihentikan. Yang saya tanyakan kenapa dana yang sudah diluncurkan ke daerah belum diberikan ke penerima, sementara tunjangan itu sangat berguna untuk guru,” katanya.

Kadir juga menuturkan, jumlah guru honor di SDN-SMP Satap sekarang ada 6 orang untuk SD, dan SMP 13 orang. Yang PNS sebanyak 4 orang. ”Jadi yang membantu kami di sini hanya guru honorer saja, di mana para guru ini lebih banyak luar kecamatan,” katanya.

1
2
Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut