Seluruh ODP Dilakukan Rapid Test dan Dikarantina

Ahyar Abduh
GUGUS TUGAS : Gugus Tugas penanganan covid-19 Kota Mataram kembali menggelar pertemuan pasca 8 orang warga kota dinyatakan positif.

MATARAM — Kota Mataram menerapkan siaga penuh pasca penambahan 8 orang warga yang dinyatakan positif virus Corona (covid-19), Kamis (9/4). Dengan penambahan 8 orang positif Corona, maka secara keseluruhan sudah ada 12 orang warga Mataram dinyatakan positif Corona.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh langsung mengumpulkan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Jumat . Wali Kota Ahyar Abduh memutuskan seluruh warga yang statusnya orang dalam pemantauan (ODP) dilakukan rapid test.

“Semua ODP kita akan lakukan rapid test,” ujar Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh di Mataram, Jumat (10/4).

Data terbaru Kota Mataram, sebanyak 216 ODP  dan 79 diantaranya dinyatakan masih dalam pemantauan. Sebanyak 79 orang inilah yang akan dilakukan rapid test. Mereka yang hasil tesnya itu reaktif, itulah yang akan diisolasi.

Dijelaskannya, jika pelaksanaan Rapid Test ODP hasilnya negatif, maka berpotensi menjadi positif Corona. Oleh sebab itu, statusnya langsung dinyatakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Yang reaktif ini wajib kami dari pemerintah akan isolasi. Yang tidak reaktif itu diisolasi mandiri,’’ jelasnya.

Menurut Ahyar bahwa Pemkot Mataram sudah menyiapkan lokasi untuk mengumpulkan seluruh warga yang dinyatakan ODP, yakni di Wisma Nusantara, Kelurahan Taman Sari Kecamatan Ampenan.

“Bisa dikumpulkan dulu di sana untuk dilakukan rapid test. Kalau dia reaktif yang langsung diisolasi,’’ terangnya.

Sementara itu, untuk yang melakukan isolasi mandiri, diminta untuk membuat surat pernyataan, bahwa yang bersangkutan selama melaksanakan isolasi mandiri tidak akan keluar rumah. Dan nantinya camat masing-masing yang akan memantau.

Isolasi dilakukan pemerintah bukan tanpa alasan. Berkaca setelah 8 orang warga Mataram bertambah positif Corona, Wali Kota merasa kecolongan dengan salah satu warga Getap yang diisolasi di Wisma Nusantara, tpi masih keluyuran dan pulang ke rumahnya. Ahyar juga menyesalkan jajarannya yang lamban merespon laporan warga.

“Saya tidak ingin terjadi lagi, pokoknya sekarang harus diawasi,’’ jelasnya.

Sedangkan warga yang merasakan keluhan dan gejala, diminta untuk segera melaporkan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Mereka jangan takut dan khawatir, karena pemerintah menyiapkan upaya isolasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram, dr H Usman Hadi mendukung penuh instruksi Wali Kota Mataram ini. Pelaksanaan Rapid Test ini untuk ODP memang perlu dilakukan. Tercatat data Dikes Kota Mataram, ada 16 ODP hasil Rapid Test-nya dinyatakan reaktif.  Karena yang reaktif ini berpotensi menjadi positif dan harus dilakukan Rapid Test lagi.

Terhadap hasil Rapid Test reaktif, Usman  wajib diisolasi secara terpusat. Kemudian petugas tetap melakukan pemantauan.

“Kalau yang tidak reaktif. Bisa isolasi mandiri, tapi pemerintah tetap melakukan pengawasan lebih ketat,’’ katanya. (gal)