Selisih 0,4 Persen, Mo-Novi Berharap Tidak Ada Sengketa

Sirekap KPU Sumbawa per 15 Desember 2020 pukul 21.15 WITA, dengan 1.008 dari 1.010 TPS atau 99,8 persen. (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Berdasarkan hitung cepat KPU Sumbawa hingga 15 Desember 2020 pukul 21.15 WITA, dengan 1.008 dari 1.010 TPS atau 99,8 persen, pasangan calon (paslon) nomor urut 4, Mahmud Abdullah-Dewi Noviany (Mo-Novi) masih berada di posisi puncak dengan 25,4 persen atau 69.607 suara, diikuti Syarafuddin Jarot-Mokhlis 25 persen atau 68.634 suara, Talifudin-Sudirman 18,6 persen atau 50.938, Husni Djibril-M.Ikhsan 16 persen atau 43.873 suara, Nurdin Ranggabarni-Burhanuddin Jafar Salam 15 persen atau 41.249 suara.

Adapun sia dua TPS yang belum masuk diyakini tidak akan menggoyahkan Mo-Novi di posisi puncak. “Data sirekap KPU menunjukkan angka yang sama dengan hasil rekap internal kami,” jelas Ketua Tim Mo-Novi, Sembirang Ahmadi, Selasa (15/12) kemarin.

Diungkapkan, dalam rekap internal final pihaknya, Mo-Novi unggul selisih tipis 0,4 persen atau 853 suara. Dan dalam rapat pleno di kecamatan yang akan tuntas, hasilnya hampir sama dengan rekap internal C1 plano yang Mo-Novi.

Kendati begitu, pihaknya masih akan menunggu hasil pleno di tingkat KPU. Pihaknya tetap yakin Mo-Novi akan ditetapkan sebagai pemenang. Dan diharapkan tidak ada aduan sengketa ke Mahkamah Konstitusi (MK). “Jikapun nanti aduan gugatan sengketa, kita siap hadapi,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Desk Pilkada DPD Gerindra NTB Ali Usman Al-Khairi, mengatakan, data sirekap tidak bisa dijadikan sebagai acuan resmi dalam menentukan siapa pemenang. Pihaknya masih akan menunggu hasil rapat pleno KPU Sumbawa. Jikapun KPU Sumbawa memutuskan Mo-Novi sebagai pemenang, maka Jarot-Mokhlis akan mengajukan gugatan ke MK.(yan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaMohan Minta Pejabat Jangan Baper
Berita berikutnyaDuo Doktor Belum Mampu Geser Posisi IPM NTB