Selesaikan Sengketa Lahan KEK Mandalika, Tim Independen Dibentuk

Dr H Zulkieflimansyah

MATARAM–Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah tidak ingin sengketa lahan di proyek pembangunan sirkuit balap motor internasional MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok Tengah berlarut-larut.

Menurutnya, harus ada kepastian agar pembangunannya bisa segera selesai sesuai jadwal yang sudah ditetapkan. Untuk membantu Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menyelesaikan persoalan yang ada, maka Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkominda) NTB memutuskan membentuk tim independen yakni tim percepatan penyelesaian. “Karena kita nggak mau berlarut-larut dan segera ada kepastian dan dana serta pengerjaannya harus segera selesai sesuai jadwal. Maka setelah rapat berkali-berkali Forkopimda NTB memutuskan untuk membentuk tim percepatan penyelesaian utk membantu ITDC segera menuntaskan masalah ini,”tulisnya di akun media sosial (Medsos) facebook pribadinya.

Tim percepatan yang dibentuk tersebut mencakup berbagai unsur yakni dari perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, Pemkab Lombok Tengah, TNI dan Polri. Selain itu, ada perwakilan dari kejaksaan, pengadilan , Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta sejumlah unsur lainnya. ‘Termasuk belakangan dari Komnas HAM dan teman-teman ahli dari Unram,”bebernya.

Dijelaskan gubernur, KEK Mandalika menjadi khusus karena kini menjadi super priority tourist destination dari pemerintah pusat. Kawasan ini menjadi destinasi wisata yg sangat diprioritaskan. Bahkan dibandingkan dengan super priority tourist destination yang lain, Mandalika lebih khusus lagi sekarang karena akan diselenggarakannya MotoGp 2021. “Terima kasih ITDC atas usaha dan kerja kerasnya, demikian juga support dan lobby pemerintah pusat dan Pak Jokowi. Luar biasa!,”tulisnya.

Meski begitu, gubernur menyadari bahwa masih ada kendala dalam pembangunan sirkuit MotoGP. Masih ada tanah di area sirkuit yang di klaim masyarakat belum diselesaikan pembayarannya oleh ITDC. Di sisi lain ITDC merasa punya alasan hukum yang kuat terhadap lahan-lahan yang diklaim masyarakat tersebut. “Mestinya kalau ini area biasa semua jadi urusan ITDC saja, karena yang mengelola kawasannya kan ITDC. Tapi karena ini etalase nasional dan program unggulan utama pemerintah, kami diminta untuk membantu,”tambahnya.

Pemerintah pusat kata gubernur sangat jelas dan tegas. Proyek unggulan ini harus sukses dan terlaksana dengan baik tapi tidak boleh ada masyarakat yang dikorbankan. Namun karena ada hajatan besar, tentu harga-harga tanah jadi tidak terkendali bahkan di luar nalar dan akal sehat. Sehingga masalah yang mestinya sederhana jadi sangat rumit dan berbelit-berbelit. “Ini menjadi berbelit-berbelit konon ditengarai karena banyak oknum-oknum yang bermain dan memanfaatkan kesempatan ini. Oknum-okmum tersebut dicurigai dari internal ITDC sendiri maupun dari Pemda Kab dan Provinsi. Namanya juga dugaan dan isu jadi kadang liar nggak karuan-karuan,”katanya.

Dibentuknya tim percepatan ini kata gubernur, dihajatkan untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Masalah yang masih membelit KEK Mandalika ini bisa didiskusikan dan diselesaikan dengan berbagai macam terobosan sehingga persoalan ini bisa selesai untuk kepentingan strategis nasional dan pada saat yang sama masyarakat tidak dirugikan. “Insya Allah tim berjalan baik dan kalau ada yang curiga bahwa tim ini dibiayai oleh ITDC sama sekali nggak benar. Nggak ada pembiayaan tim yg berasal dan diperoleh dari ITDC,” jelasnya.

Diakuinya pada SK tim, ada pernyataan bahwa pendanaan tim dibebankan ke ITDC karena memang ini mestinya tugas mereka. Tetapi dalam prakteknya tidak ada pembiayaan apa-apa dari ITDC. “Semangat kita untuk mencari kemaslahatan bersama. Anggota tim sangat berpengalaman dan terbuka atas berbagai masukan dan saran. Tapi at the end of the day tentu tak mungkin kita bisa memuaskan semua orang,”ucapnya.

“Insya Allah upaya-upaya dialog dgn hangat dan penuh kekeluargaan akan terus dilakukan. Doakan semoga semuanya lancar. Amiin,”tulisnya diakhir postingannya.

Postingan orang nomor satu di NTB ini, mendapatkan respon dari masyarakat. Saat dikutip, setidaknya ada 550 like yang menyukai postingan tersebut, kemudian dibagikan hingga 33 kali. Tidak hanya itu dalam kolom komentar postingan yang dicuitnya, banyak masyarakat juga menulis di kolom komentar terkait dengan tanggapan baik yang positif maupun yang mencibir postingan tersebut. (sal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaEmpat Pengedar Narkoba Diringkus
Berita berikutnya551 Mahasiswa NTB Dapat Beasiswa Luar Negeri