Selebaran “ Palu Arit ” Resahkan Warga di Kota Mataram

Selebaran “ Palu Arit ” Resahkan Warga di Kota Mataram
SELEBARAN : Selebaran bergambar Palu Arit ditemukan warga dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Mataram Barat di tiang listrik belum lama ini. (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Warga Kota Mataram dibuat resah dengan selebaran lambang Partai Komunis Indonesia (PKI) yang tiba-tiba beredar di daerah ini. Misalnya, selebaran berlogo Palu Arit ditemukan menempel di tiang listrik di Kelurahan Mataram Barat tepatnya di Lingkungan Gomong Timur yang dekat dengan kantor Lurah Mataram Barat.

Selebaran ditemukan oleh warga pada Sabtu (2/12) pagi hari.Kepala Kesbangpol Kota Mataram H. Rudi Suryawan mengatakan, kasus ini kini sedang ditangani oleh pihak kepolisian. “Sudah ditangani pihak kepolisian untuk melakukan pendalaman untuk mencari dan menemukan motif dari penemuan gambar tersebut,” katanya kepada Radar Lombok kemarin.

Temuan warga tersebut kemudian diamankan oleh Bhabinkamtibmas setempat.

Untuk antisipasi kata Rudi,  pihaknya sudah berkoordinasi dan minta Camat serta Lurah memantau wilayah masing-masing dengan menyertakan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).

Kasus ini menurut Rudi, adalah yang pertama kali terjadi di Kota Mataram. Kasus yang terjadi beberapa tahun lalu adalah adanya gambar Palu Arit di baju seorang warga. Namun pengguna baju adalah orang sakit jiwa.”Pernah dulu ada ditemukan tapi dalam bentuk baju kaos digunakan oleh orang kurang waras dan dijumpai oleh anggota TNI,” tuturnya. ”Kita tunggu hasil kepolisian, apakah keberadaan logo PKI karena iseng atau memang sengaja membuat masyarakat resah karena  menjelang Pilkada,” tegasnya.

Lurah Mataram Barat Lisdiyanto menyebut penenun selebaran logo PKI di wilayahnya sudah ditangani oleh pihak yang berwajib. Ia menjelaskan saat menerima informasi keberadaan selebaran tersebut ia langsung berkoordinasi dengan pihak Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas yang bertugas di wilayahnya. ” Sudah ditangani yang berwajib,” katanya.

Dengan adanya kasus ini ia mengingatkan kepada semua masyarakat dan kepala lingkungan untuk tetap waspada dan aktif melakukan pendataan terhadap kedatangan penduduk baru di wilayahnya masing-masing. Agar tidak ada sekolompok orang yang bisa merusak ketenteraman warga Kota Mataram.” Saya imbau mereka untuk tetap waspada dan aktif melakukan pendataan pendatang baru,” imbuhnya.(ami)