Selamat Datang Pemimpin Baru KLU

Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) H Djohan Sjamsu, SH dan Danny Karter Febrianto Ridawan, ST.,M.Eng (IST/RADAR LOMBOK)

TANJUNG H Djohan Sjamsu, SH dan Danny Karter Febrianto Ridawan, ST.,M.Eng (JODA) hari ini (26/2) resmi menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) periode 2021-2026. JODA menjadi kepala daerah ketiga di Gumi Tioq Tata Tunaq yang baru berusia 12 tahun. “Selamat datang Bupati dan Wabup, pemimpin masyarakat Lombok Utara,” ucap Ketua DPRD KLU Nasrudin kepada Radar Lombok, Kamis (25/2).

Setelah pelantikan, masyarakat menanti langkah-langkah percepatan dan inovasi untuk membangkitkan kembali marwah KLU dari keterpurukan saat ini. Ada sejumlah pekerjaan berat yang menanti akibat gempa 2018, serta dampak pandemi covid-19. Dua hal ini memiliki dampak luar biasa terhadap kondisi masyarakat, baik sosial, ekonomi, dan mental masyarakat. “Ada banyak persoalan yang sedang menunggu untuk dituntaskan oleh pemimpin baru Gumi Paer Dayan Gunung,” ungkapnya.

Dampak gempa 2018 sendiri menyisakan persoalan belum tuntasnya bantuan rumah tahan gempa (RTG). Selain itu, masih banyak korban gempa yang belum tersentuh bantuan, dan saat ini masih tinggal di hunian sementara (huntara) yang diberikan donatur.

Di samping itu, gempa dua tahun lalu itu juga masih dirasakan dampaknya dalam pertumbuhan ekonomi, mulai dari pariwisata, perdagangan, pertanian, peternakan, perikanan, dan lainnya. Juga berimbas terhadap sektor pendidikan, karena masih ada sekolah yang belum dibangunkan kembali gedung. “Inilah sejumlah dari sebagian pekerjaan berat yang akan dihadapi,” terangnya.

Kemudian untuk penataan ibu kota kabupaten, ini menjadi catatan tersendiri. Diharapkan bisa tertangani maksimal pada kepemimpinan JODA. “Kita yakin sepenuhnya kepada Wabup yang memiliki latar belakang arsitektur,” jelasnya.

Selain itu, seluruh dunia saat ini sedang berhadapan dengan pandemi covid-19, yang juga berimbas ke daerah. Pariwisata KLU yang mengandalkan tamu mancanegara sangat terpukul dan menimbulkan berbagai multiefek. Dalam hal ini, harus ada inovasi untuk menyesuaikan dengan kondisi global tersebut sehingga akan mampu menangkap peluang di tengah situasi seperti ini. “Mari berinovasi untuk membangkitkan ekonomi di tengah covid-19,” tegasnya.

Seperti diketahui, APBD mengalami penurunan, dari Rp 1,2 triliun lebih pada 2020 menjadi Rp 915 miliar lebih pada 2021. Hal ini akibat berkurangnya transfer DAK, DAU, DID, dan menurun drastisnya PAD dari Rp 108 miliar menjadi Rp 220 miliar.

Dengan menurunnya anggaran tersebut, Nasrudin yakin JODA akan mampu. Mengingat Djohan sendiri sudah teruji, ketika menjadi Bupati pertama pada 2010-2015 yang saat itu hanya mengelola anggaran Rp 360 miliar sampai Rp 580 miliar. Di mana dengan anggaran dimaksud, mampu mampu menyelesaikan 53 persen infrastruktur perkantoran dan 51 persen infrastruktur jalan. “Hal itu mampu dilakukan karena didukung oleh pejabat eksekutif yang berkompeten pada bidangnya,” ungkap Sekretaris DPC Gerindra KLU ini.

Namun diharapkan, pemimpin baru bisa solid dengan jajaran melobi anggaran ke pusat. Pemimpin baru harus mampu merancang kegiatan super prioritas yang memiliki dampak luas kepada masyarakat. “Kita tunggu inovasi pemimpin baru kita sesuai visinya, bangkit dengan inovasi,” imbuhnya.

Wakil Ketua DPRD KLU Mariadi juga menyambut kedatangan pemimpin baru dengan sejumlah pekerjaan berat yang menunggu. Di sini perlu langkah-langkah kreatif dalam rangka menumbuhkan ekonomi rakyat sekaligus meningkatkan PAD yang terjun bebas saat ini. “Selamat datang dengan segudang pekerjaan berat,” ucap politisi Golkar ini.

Adapun yang harus dilakukan yaitu pembangunan kantor-kantor pemerintahan; harus dapat dituntaskan terutama OPD yang masih menggunakan kantor sementara. Begitu juga dengan infrastruktur pendidikan dan jalan. Kemudian harus menata birokrasi yang lebih baik lagi. Dan harus berinovasi, mampu meyakinkan investor untuk masuk ke daerah sehingga menciptakan lapangan pekerjaan dan menurunkan angka kemiskinan.

Sementara itu, mewakili para kepala desa, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKAD) KLU Budiawan menyampaikan selamat datang dan selamat atas pengambilan sumpah jabatan sebagai Bupati dan Wabup KLU kepada H Djohan Sjamsu, SH dan Danny Karter Febrianto Ridawan, ST.,M.Eng.

Harapan para kepala desa, semoga pemimpin baru dalam waktu 100 hari kerja dapat melaksanakan start awal program-program prioritas yang dicanangkan. Adapun terkait RTG, juga diharapkan bisa segera direalisasikan terhadap warga yang belum tersentuh bantuan. Kemudian program peningkatan dan ketahanan pangan serta ekonomi warga di masa pandemi agar bisa menjadi program prioritas. Serta hal-hal urgent lainnya. “Kami mendukung sepenuhnya langkah-langkah strategis dari kepemimpinan beliau berdua dan tetap menyinergikan dan menyinkronkan kegiatan desa dengan kabupaten karena RPJMDes harus terintegrasi dengan RPJMD kabupaten,” terangnya. (flo)