Selama 2018, Kunjungan Wisatawan ke NTB Terjun Bebas

Ilustrasi Wisata
Ilustrasi Wisatawan

MATARAM Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat angka jumlah kunjungan wisatawan ke NTB selama tahun 2018 turun drastis. Kunjungan wisatawan, baik itu domestik maupun mancanegara dalam kurun Januari – Desember 2018 terjun bebas.

Menurut Kepala BPS Provinsi NTB Suntono penyebab anjloknya jumlah kunjungan wisatawan ke NTB baik domestik maupun mancanegara lebih disebabkan adanya bencana alam gempa bumi yang terjadi sejak akhir Agustus dan berdampak hingga akhir Desember 2018.

“Secara year on year (yoy) atau selama tahun 2018 ini terjadi penurunan mencapai 70,07 persen dan ini cukup dalam,” sebut Suntono, saat memberikan keterangan perss kepada wartawan, Rabu (2/01).

BACA JUGA: Fasilitas Bertambah, Ayo Liburan ke Ekowisata Kerujuk !

Suntono mengatakan secara kumulatif periode Januari-November 2018 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di NTB mengalami penurunan yang cukup dalam. Berdasarkan year on year mencapai 70,07 persen, dibandingkan dengan periode yang sama, tahun 2017 lebih baik. Kalau dihitung secara month to month itu mengalami penurunan sebesar 34,40 persen di November 2018 yang melalui pintu masuk ZAM Internatioal Airport.

Dijelaskannya, terjadinya penurunan jumlah wisatawan domestik dan mancanegara dipengaruhi banyak hal. Salah satunya karena bencana alam gempa bumi beberapa waktu lalu Lombok dan Sumbawa. Dampak gempa bumi tersebut berdampak besar terhadap industri pariwisata di NTB. Bahkan, gempa bumi tersebut berdampak hingga sekarang ini.

Kendati pemerintah daerah, pelaku pariwisata dan pemerintah pusat terus gencar mempromosikan Lombok sudah aman bisa dikunjungi oleh wisatawan, namun tidak serta merta membuat calon wisatawan berani berkunjung ke Lombok. Karena itu, dibutuhkan upaya extra dari berbagai pihak untuk promosi pariwisata NTB Bangkit dan aman serta nyaman untuk dikunjungi wisatawan.

Suntono menyebutkan, untuk periode bulanan, yakni November 2018 turis asing asal Malaysia paling banyak berkunjung ke NTB. Tercatat pada November sebanyak 1.145 orang, kemudian Singapore sebanyak 149 orang. Jika dibandingkan dengan kondisi Oktober 2018 itu lebih banyak, wisatawan Malaysia tercatat 1.254 dan juga wisatawan Cina 400.

“Untuk November ini turunnya cukup tajam,” tukasnya.

Sementara itu, jika di lihat dari tingkat hunian kamar hotel pada November 2018 mengalami penurunan dibandingkan Oktober 2018. TPK bulan November 2018 sebesar 38,24 persen, sedangkan TPK hotel bintang bulan Oktober 2018 mencapai sebesar 39,21 persen.

BACA JUGA: Mengunjungi Destinasi Wisata Halal Pantai Tanjung Bias Desa Senteluk

Denga demikian dua bulan, yakni Oktober dan November, secara m to m mengalami penurunan sebesar 0,97 poin. Jika dibandingkan dengan TPK hotel bintang pada November 2017 sebesar 52,48 persen atau turunnya lebih dalam mencapai 14,24 poin.

Sedangkan untuk TPK hotel non bintang bulan November 2018 hanya sebesar 23,41 dibandingkan dengan bulan Oktober 2018 sebesar 21,48 persen dan ini mengalami peningkatan sebesar 1,93 poin. tetapi jika dihitung secara year on year (y on y) pada periode yang sama November 2017 masih mengalami penurunan sebesar 2,42 poin dari 25,83 persen. (cr-dev)