Sekotong Kembali Diterjang Banjir dan Longsor

BANJIR SEKOTONG : Kondisi banjir di salah satu lokasi di Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat. (IST)

GIRI MENANG- Sekotong kembali diterjang banjir dan longsor, Minggu (5/12). Banjir dan longsor terjadi di dua desa yakni di Desa Pelangan dan Desa Buwun Mas. Petugas masih menghitung berapa KK yang kena dampak bencana ini. Aktivitas tambang yang marak diduga menjadi penyebab makin rentannya bencana banjir dan sekotong di wilayah ini.

Di Desa Pelangan, banjir terjadi sekitar pukul 20.30 Wita. Berdasarkan catatan Awaludin, Kadus Pelangan, ada sekitar 246 KK yang terdampak.  Tidak dirincakan kerugian yang ditimbulkan. Dijelaskan, air masuk ke rumah-rumah warga. Mereka yang kena banjir dievakuasi ke masjid dan lokasi lain yang posisinya lebih tinggi. “ Anggota Tagana turun menolong warga,” ungkap Muslim, seorang warga kepada www.radarlombok.co.id.

Sementara itu di Buwun Mas terjadi longsor. Material batu dan tanah menutupi jalan utama yang menuju desa persiapan Belongas. Hingga berita ini diturunkan, alat berat didatangkan untuk membuka kembali akses jalan. “ Kita masih di lokasi. Ini karena hujan yang intens menyebabkan material dari atas (bukit) longsor dan menutup jalan,” ungkap H. Abdul Majid, anggota DPRD Lombok Barat Dapil Sekotong-Lembar, yang dihubungi via seluler.

Wilayah Sekotong menjadi langganan banjir dan longsor. Akitivitas pertambangan emas ilegal di banyak titik di kecamatan ini dianggap menjadi pemicu terjadinya bencana.(git)