Sekotong dan Senggigi Sasaran Peredaran Narkoba

Ilustrasi Narkoba
Ilustrasi Narkoba

GIRI MENANG — Dua kawasan objek wisata di Kabupaten Lombok Barat (Lobar), yakni Sekotong dan Senggigi, disebut sebagai daerah peredaran narkoba di Lobar. Hal ini disebutkan oleh Kapolres Lobar melalui Kasat Narkoba, Iptu Hilmi Prayugo, berdasarkan hasil penangkapan dan pengungkapan kasus narkoba di wilayah Lobar selama ini.

Disebutkan, data penanganan kasus narkoba dari tahun 2017-2018, mengalami peningkatan. Kalau pada tahun 2017 jumlah kasus narkoba yang diungkap Polres Lobar sebanyak 50 kasus, maka tahun 2018 meningkat menjadi 57 kasus narkoba. “Ada kenaikan jumlah kasus narkoba yang berhasil diungkap oleh Polres Lobar,” kata Hilmi, Selasa kemarin (22/1).

BACA JUGA: Puluhan PS Kafe Maksiat Dipulangkan

Bertambahnya jumlah kasus narkoba yang berhasil diungkap, lanjut Hilmi, diperkirakan karena tingkat peredaran narkoba yang semakin banyak, bahkan sudah masuk ke wilayah desa-desa. Seperti para pelaku yang ditangkap beberapa waktu lalu, rata-rata peredaran narkoba ini di wilayah desa saja.

Untuk itu, pihaknya dari Satresnarkoba Polres Lobar akan terus bergerak dan bekerja melakukan pengawasan, guna mencegah peredaran narkoba di Lobar. Sebagaimana instruksi dari Kapolres Lobar, untuk masalah narkoba harus diberantas sampai ke akar-akarnya, karena narkoba sudah masuk ke wilayah desa. “Perintah Kapolres, peredaran narkoba harus diberantas sampai akar-akarnya,” tegasnya.

Dari sekian banyak penangkapan yang sudah dilakukan, barang bukti terbesar yang sudah didapatkan berasal dari wilayah Sekotong, Kecamatan Sekotong. Namun Kapolres belum bisa memetakan daerah-daerah zona rawan peredaran narkoba ini. Karena hampir semua wilayah di Lombok Barat pernah ditemukan kasus penangkapan narkoba. “Semua wilayah di Lobar sudah menjadi lokasi penangkapan,” sebutnya.

Sedangkan untuk wilayah Senggigi, Kecamatan Batu Layar, jumlah penangkapan kasus narkoba juga cukup banyak, meskipun jumlah BB yang di temukan tidak terlalu siginifikan. “Di Senggigi karena kebanyakan pemakai, jadi BB-nya sedikit,” jelas Hilmi.

BACA JUGA: Dorfin Kabur Diduga Libatkan Orang Dalam

Penyebab mengapa di Sekotong ditemukan BB narkoba cukup besar, diperkirakan karena wilayah Sekotong adalah kawasan pariwisata dan pertambangan. “Sebagai upaya pencegahan, Polres Lobar juga semakin aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk di sekolah-sekolah, yang tujuannya untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat dan anak-anak muda agar tidak menjadi korban narkoba,” pungkas Hilmi. (ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut