Sekolah Tatap Muka Terancam Batal

BERPOTENSI BATAL : Pembelajaran tatap muka untuk murid SD dan siswa SMP di Kota Mataram berpotensi batal dengan meningkatnya lagi penyebaran Covid-19. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Pembelajaran tatap muka secara langsung untuk murid SD dan siswa SMP di Kota Mataram nampaknya sulit terwujud. Kendalanya adalah penyebaran Covid-19 di Kota Mataram beberapa hari terakhir dengan trend kasus terus meningkat. Oleh karenanya, pembelajaran tatap muka yang direncanakan sebelumnya berpotensi batal.

“Iya kemungkinan batal itu tetap ada. Situasinnya sekarang masih tak menentu,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, Senin (28/12).

Selain itu, uji coba pembelajaran tatap muka yang diagendakan Senin 5 Januari 2021 mendatang, dengan kondisi penyebaran Covid-19 seperti saat ini juga besar kemungkinan batal dilaksanakan.

“Bisa saja itu dibatalkan atau dimundurkan. Tapi kita berharap rencana itu bisa direalisasikan,” katanya.

Fatwir mengatakan, keputusan bisa tidaknya pembelajaran tatap muka dilaksanakan, tergantung pada keputusan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram, yaitu Wali Kota Mataram.

“Saya ini makmum, jadi tergantung imamnya ada di Wali Kota. Kalau Wali Kota dan Tim Gugus Tugas  menyatakan sesuai dengan rencana Senin 5 Januari 2021, kalau kita diizinkan ya dimulai. Kita juga tidak bisa bilang apa-apa kalau tidak diizinkan,” ungkapnya.

Keputusannya, lanjut Fatwir, sangat bergantung dengan kondisi terakhir penyebaran Covid-19. Dengan meningkatnya penyebaran Covid-19 di Kota Mataram, tentunya banyak saran dan pendapat yang akan disampaikan kepada Wali Kota Mataram.

“Kami intinya akan menunggu apa yang menjadi keputusan Pemkot Mataram,” terangnya.

Kendati demikian, usaha dan persiapan sudah dilakukan Dinas Pendidikan, seperti seluruh pengawas turun melakukan verifikasi sekolah yang meminta izin kepada Disdik. Surat izin ini diperlukan agar mengetahui kesiapan sekolah.

“Jangan sampai kita bilang siap, tapi sekolahnya tidak siap. Hampir semua sekolah SD, SMP maupun TK, baik negeri maupun swasta sudah mengajukan izin ke Disdik. Inilah dasar kita memverifikasi sekolah mana yang siap melaksanakan simulasi,” terangnya.

Tentang rencana Rapid Tes untuk guru dan pegawai sekolah, Fatwir menyerahkan sepenuhnya kepada kepala sekolah dan tenaga pendidik. Pihaknya juga siap membuat surat untuk Rapid Tes guru di sekolah.

“Ya nanti kita siapkan suratnya dulu kalau memang perlu Rapid Tes dulu,” jelasnya.

Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh mengatakan, pihaknya belum memberikan kepastian tentang dimulai tidaknya pembelajaran tatap muka murid SD dan siswa SMP di Kota Mataram. Keputusan akan disampaikan setelah rapat koordinasi dengan Forkopimda dilaksanakan.

“Kita belum ada keputusan apapun. Saya akan bahas lagi dengan Forkopimda,” terangnya. (gal)