Sekolah Swasta Minim Siswa Siap-Siap Ditutup

H. Surya Bahari
H. Surya Bahari (NASRI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Regulasi batas maksimal dan minimal isi kelas sepertinya tidak hanya aturan formalitas saja. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB dengan tegas akan menutup sekolah yang hanya memiliki 20 siswa.

Kabid Pembinaan SMA Dikbud NTB, H. Surya Bahari mengatakan, jika ada sekolah yang memiliki siswa di bawah 20 orang sangat berpotensi ditutup. Pihaknya memastikan akan memproses bahkan akan akan menutup ijin operasional sekolah tersebut.

“Karena kasian siswanya daripada mereka tidak dapat pendidikan yang layak,” katanya, Jumat (11/8).

Pihaknya mengaku harus berani mengambil sikap tegas demi melangsungkan pemerataan mutu pendidikan di NTB. Kendati demikian, meningkatkan kualitas pendidikan disebutnya ewajiban semua pihak.

Layak tidaknya sekolah swasta yang minim siswa ditutup, pihaknya akan mengecek secara intensif. Seperti halnya pada tahun ajaran baru saat ini, sementara ini sekolah swasta belum melaporkan berapa jumlah siswa yang didapat selama proses pendaftaran.

Katanya, jika laporan masuk terlalu lalam, pihaknya yang kan turun menjemput bola terkait berapa jumlah siswa. Tindakan tegas akan adanya penutupan opersional sekolah yang minim siswa itu dianggapnya bukan hal yang kejam, tapi justeru untuk menyelamatkan dunia pendidikan dari keterpurukan kualitas. “Sikap kita seperti ini itu bukan berarti kejam, tapi kan semua ini demi mutu pendidikan saja kok,” tambahnya.

Terpisah, mantan Ketua Forum Sekolah Swasta (FSS) Kota Mataram, Muhiddin mengatakan, tindakan pihak Dikbud dianggap ada benarnya. Namun di sisi lain, untuk melangsungkan penutupan sekolah diangga kurang tepat.

“Saya pikir itu bagus, tapi harus benar-benar teliti agar tidak terjadi masalah di kemudian hari,” tutupnya.(cr-rie)