Sekolah Rusak, Proses Belajar Siswa SDN 1 Bug-Bug Terganggu

Sekolah Rusak, Proses Belajar Siswa SDN 1 Bug-Bug Terganggu
BERSIH- BERSIH : Siswa kelas 4 SDN 1 Bug-Bug berfose di depan ruangan mereka setelah bersih-bersih kemarin. (ZUL/RADARLOMBOK)

GIRI MENANG-Bencana angin puting beliung yang terjadi di Desa Bug-Bug Kecamatan Lingsar Lombok Barat, Selasa (17/10) lalu menyebabkan dua ruang kelas di SDN 1 Bug-Bug rusak. Satunya ruang kelas 4, satunya lagi ruang perpustakan sekolah. Kondisi yang cukup parah ada di ruang kelas 4 dan membuat sekitar 30 siswa libur belajar sementara, Rabu (18/10) kemarin.

Atap yang rusak atau terangkat puting beliung menyebabkan air hujan leluasa masuk ke dalam kelas dan menggenangi lantai ruangan. Siswa hingga pukul 12.00 Wita kemarin masih sibuk membersihkan ruang kelas, mendorong air keluar menggunakan sapu sambil basah-basahan. Sementara sebagian siswa laki-laki berada di luar memungut sampah-sampah di depan kelas. “Tidak belajar, rusak sekolah kita,” kata seorang siswa, Ardiansyah.

Kepala SDN 1 Bug-Bug Mahyuni yang ditemui di lokasi mengatakan, siswa kelas 4 memang terpaksa tidak belajar karena harus membersihkan kelas. Selain juga tidak ada ruangan lain yang bisa dipergunakan. Kalaupun ruang kelas yang rusak bagian atapnya itu dipergunakan, kemungkinan hanya pada kondisi tidak hujan.

Selain juga dikhawatirkan konstruksi atap yang masih ada bisa menimpa siswa yang tengah belajar. “Ya mungkin nanti digabung dengan kelas lain,” jelasnya sembari memberitahukan bahwa ruang kelas yang rusak itu baru dibangun tahun lalu.

Ditambahkannya, kemarin Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lobar M. Hendrayadi bersama Kepala Bidang Sarpras Dikbud Lobar Lalu Wira Kencana menengok langsung di lokasi. Dinas berjanji segera memperbaiki kerusakan yang ada sehingga siswa bisa segera belajar dengan normal. “Tadi Ibu Bupati juga sudah memantau kondisi kita,” ujarnya.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Hendrayadi yang dihubungi Radar Lombok membenarkan terkait kunjungannya. Dikatakan, secepatnya akan dilakukan perbaikan. Tetapi sejauh ini belum dibahas dari mana anggarannya.

Tetapi yang perlu menjadi perhatian saat ini adalah bagaimana sekolah itu bisa segera berfungsi. Kalau mengandalkan perencanaan penganggaran pada APBD 2018, maka perbaikan akan dilakukan tahun depan. “Harusnya kita semua berpikir bagaimana solusi yang cepat dan tepat,” tandasnya.(zul)