Sekolah Lebih Penting dari Pembelajaran

Dr Abdul Kadir (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Masa pandemi Covid-19 menghancurkan semua sendi-sendi kehidupan. Termasuk di dunia pendidikan dimana peroses pembelajaran yang dilakukan selama pandemi ini memberikan sebuah pelajaran penting untuk generasi penerus. Pasalnya, jika diamati selama pandemi Covid-19 ini sekolah lebih penting dari pembelajaran.

“Sekolah lebih penting dari pembelajaran. Ini tentunya menjadi dasar, sehingga terlaksana kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah jika dibandingkan dengan dalam jaringan (daring),” ungkap Dr Abdul Kadir kepada Radar Lombok.

Menurutnya, ada beberapa hal yang menjadi pedoman dalam melihat situasi saat ini, sehingga berpengaruh terhadap kemampuan peserta didik, baik dari segi kognitif, afektif maupun psikomotorik. Masing-masing kemampuan kognitif, afektif maupun psikomotorik ini mempunyai pengaruh yang saling berkaitan satu sama lainnya. Hal ini, akan terbentuk jika peserta didik masuk sekolah. Sebab jika peserta didik masuk sekolah, maka secara otomatis pembelajaran didapatkan langsung.

Kognitif peserta didik berkaitan dengan nalar atau proses berpikir untuk mengembangkan kemampuan rasional. Sedangkan afektif, dalam ranah ini berkaitan dengan penghargaan, nilai, semangat. Untuk psikomotorik berhubungan erat dengan perilaku atau keterampilan motorik dan kemampuan fisik peserta didik. Keterampilan yang akan berkembang jika sering dipraktekkan ini dapat diukur berdasarkan jarak, kecepatan, kecepatan, teknik dan cara pelaksanaan.

Oleh karena itu, profesi guru tidak pernah tergantikan dengan teknologi secanggih apapun. Sebab pembelajaran daring saat ini, tentunya bukan menjadi solusi di masa pandemic, melainkan banyak keluhan dari orang tua wali.

“Kalau di Kota, mungkin masih bisa dimaklumi, karena pendidikan orang tuanya bisa. Namun jika di kampung-kampung, apakah bisa menjamin sinyal masuk atau sarana dan prasarana seperti Hp android,” jelasnya.

Karena itu, bagi Kedo sapaan akrabnya, proses belajar tatap muka ada nilai yang bisa diambil oleh peserta didik, seperti proses pendewasaan sosial, budaya, etika dan moral yang bisa didapatkan dengan intraksi sosial langsung dengan teman sebaya dan bapak/ibu guru.

‘Kita pastikan di masa pandemi Covid-19 ini berpengaruh terhadap kemampuan peserta didik baik dari segi kognitif, Afektif maupun Psikomotorik. Makanya kata kuncinya sekolah tatap muka,” tandasnya. (adi)