Sekolah Diminta Tepat Waktu Berikan Honor Guru

Saiful Islam
Saiful Islam (Dok/Radar Lombok)

SELONG–Keluhan sejumlah guru swasta yang mengajar di sekolah swasta mendapat perhatian serius kalangan dinas terkait.

“Kalau ada guru honorer yang belum dibayar honornya oleh sekolah, sebaiknya laporkan. Nanti saya yang akan panggil kepala sekolah yang bersangkutan,” tegas Kepala UPTD Dinas Layanan Pendidikan Menengah Dikmen NTB Lombok Timur (Lotim) Saiful Islam, Jumat kemarin (12/1).

BACA JUGA :  Akhirnya, Dikbud NTB Tutup Dua SMK Negeri di Mataram

Sekolah yang belum membayar honor guru disebutnya patut dipertanyakan. Ini karena pembayaran honor guru diambil dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Jadi tidak ada alasan sekolah tidak membayar honor guru, sementara dana BOS lancar diberikan,” sambungnya.

Pernyataan ini muncul, akibat salah satu guru mengeluh melalui media sosial facebook. Dalam statusnya, guru bersangkutan belum diberikan honor oleh sekolah tempatnya mengajar selama setahun.

Disampaiakanya, dana Bos yang diberikan ke masing-masing sekolah besarnya sebesar Rp 1,4 juta per tahun per siswa. Jumlah ini berlaku bagis setiap SMA/MA swasta. Dimana dana ini diberikan selama 4 kali dalam setahun.

BACA JUGA :  Permendikbud Penerimaan Siswa Baru Lebih Longgar

Ia berharap kepada semua sekolah untuk rutin dan tidka main-main dalam mengelola dana BOS. Ia mengatakan, banyak kepala sekolah yang mendapat masalah dan berurusan dengan aparat kepolisian akibat salah dalam mengelola dana BOS.

Kepada kepala sekolah diminta untuk menggunakan dana BOS dengan tepat. “Jadi saya minta kepala sekolah jangan main-main dalam mengelola dana BOS dan bagi guru yang merasa belum dibayar silahkan lapor,” pintanya. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid