Sekolah Diminta Bijaksana Menentukan Kelulusan Siswa

Purne Susanto (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Kepala Seksi Kurikulum PSMA Dinas Dikbud Provinsi NTB Purni Susanto menginggatkan kepada kepala sekolah jenjang SMA se-NTB agar bijak dan berhati-hati dalam menentukan peserta didik yang naik kelas maupun lulus. Pasalnya, kondisi di tengah pandemi Covid-19 ini bisa berpengaruh terhadap kemampuan peserta didik.

“Model ujian untuk kenaikan kelas maupun kelulusan persis sama,” kata Kepala Seksi Kurikulum PSMA Dikbud NTB Purne Susanto kepada Radar Lombok, kemarin.

Menurut Purne, hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 tahun 2020 tentang kebijakan Merdeka Belajar dalam penentuan kelulusan serta SE Mendikbud Nomor 1 tahun 2021 tentang penilaian di masa Covid-19. Karena itu, yang harus diperhatikan oleh kepsek dan guru diantaranya, peserta didik harus memiliki kumpulan nilai raport, nilai prestasi, sikap yang didapatkan sebelumnya. Selain itu, melaksanakan penugasan, mengikuti ujian tulis yang dilaksanakan oleh sekolah dalam jaringan (Daring) maupun Luar Jaringan (Luring). Kemudian ujian dalam bentuk lain inilah yang paling fleksibel.

“Ujian bentuk lain inilah yang paling fleksibel yang diserahkah kepada kebijakan guru untuk mengelola seperti apa yang diinginkan, dan terpenting adalah mempunyai nilai,” jelasnya.

Menurut Purne, hikmah yang diberikan oleh Kemendikbud memberikan berbagai alternatif untuk ujian ini adalah ketika peserta didik tidak sanggup melaksanakan ujian dan menuntaskan tugas-tugas yang diberikan oleh guru, maka diharapkan sekolah bisa bijaksana dengan cara mengambilkan nilai dengan bentuk lain.

Tidak hanya itu, walaupun peserta didik sudah didatangi oleh guru memberikan layanan, namun banyak sisi yang tidak diketahui tentang siswa. Barangkali ada tekanan psikologi atau faktor-faktor lainnya, sehingga bekerja membantu orang tuanya, sehingga tidak mendapatkan layanan pendidikan.

“Kepsek dan guru harus bijak, agar siswa yang bersangkutan naik kelas maupun lulus,” katanya. (adi)