Sekolah Dilarang Bisnis Pakaian Seragam Siswa Baru

MENJELASKAN : Sejumlah orang tua siswa saat mendapatkan penjelasan terkait aturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022 di halam Dinas Dikbud NTB, kemarin. (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB melarang sekolah mewajibkan pembelian pakaian seragam kepada calon siswa baru. Jika sekolah memaksakan calon siswa baru harus membeli pakaian seragam, maka Dinas Dikbud NTB memastikan sanksi tegas kepada kepala sekolah terkait.

“Dilarang keras mewajibkan siswa baru membeli pakaian seragam di sekolah. kecuali baju seragam khas di sekolah itu,” kata Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud Provinsi NTB Lalu Muhammad Hidlir kepada Radar Lombok, Senin (14/6).

Hidlir menyatakan pakaian seragam sekolah ini menjadi urusan orang tua wali calon siswa baru. Bisa saja mereka membeli di luar sekolah atau menggunakan pakaian seragam bekas kakanya atau saudaranya yang sudah lulus. Dengan demikian, khusus untuk pakaian seragam tidak diperkenankan sekolah mewajibkan calon siswa barunya membeli di sekolah, kecuali baju seragam khas tertentu dimiliki di masing -masing sekolah.

BACA JUGA :  Tekankan Kebersihan dan Kedisiplinan

Jika nantinay ada ditemukan di lapangan, sekolah mewajibkan siswa untuk membeli pakaian seragam dengan alasan kesepakatan dari Komite Sekolah, lalu itu hanya akal-akalan oknum, maka Dinas Dikbud NTB akan memberikan sanksi tegas.

Menurut Hidlir, boleh saja sekolah menyiapkan baju seragam, tapi siswa baru tidak diwajibkan membelinya di sekolah, asalkan lambangnya sama atau pihak sekolah melaksanakan pengadaan, tapi orang tua bisa bayar dengan angsuran. Sekolah mana saja yang tak mengindahkan ini tentunya akan dapat sanksi. Namun jauh hari sebelumnya, telah mengingatkan kepada pihak sekolah, baik itu jenjang SMA maupun SMK untuk tidak mewajibkan calon siswa baru membeli seragam.

BACA JUGA :  SMPN 4 Selong Gelar Sosialiasi Pendidikan Karakter

“Kondisi Covid-19 ini, banyak orang tua yang susah. Bebaskan saja beli seragam dimana saja, jangan diwajibkan. Yang mau beli di sekolah silakan, yang tidak juga silakan. Jadikan tak ribut. Kalaupun ada sekolah yang memaksakan siswa baru membeli seragam, maka kepala sekolah harus bertanggungjawab,” ucapnya.

Selain persoalan seragam sekolah, Hidlir juga mengingatkan pihak sekolah siapapun itu untuk tidak memungut biaya dari pendaftar calon siswa baru dengan iming-iming diterima di sekolah tersebut. Kalau ada oknum  di sekolah melakukan perbuatan melakukan pungutan liar (pungli) untuk diterima di sekolah tertentu, maka akan diberikan sanksi tegas. (adi)