Sekolah Diharap Tidak Kebablasan Berikan Nilai

H Nurdin (Nasri/Radar Lombok)

MATARAM—Penentuan kelulusan siswa tidak lagi ada di tangan pemerintah pusat, tapi ada di masing-masing sekolah. Lantaran itu, sekolah diimbau tidak sampai kebablasan memberikan nilai terhadap siswa.

Sekertaris Dewan Pendidikan Provinsi NTB, H. Nurdin mengatakan, penentuan nilai akhir sudah tidak menjadi wewenang pusat. Namun telah menjadi ketentuan pihak sekolah. Terhadap kebijakan ini, sekolah diminta tidak memanfaatkan situasi tersebut dengan memberikan nilai kepada siswa secara berlebihan.

"Sekolah harus obyektif dalam menentukan nilai pada siswa," katanya, Senin (27/2).

Penentuan nilai akhir juga, lanjutnya, jangan sampai dimanfaatkan sebagai ajang cari muka sebagai nilai jual sekolah. Ini karena kerap kali sekolah dinilai hanya mengejar status kelulusan 100 persen. Sekolah dituntut obyektif dan sportif dalam memberikan penilaian.

Terpenting dalam pemberian nilai, jelasnya, sekolah hendaknya melihat sisi lain siswa juga. Sisi lain yang dimaksud seperti keperibadian dan yang lainnya. “Termasuk sekolah juga harus berbenah dengan mengintrospeksi menejemen yang dikembangkan,” sambungnya.

[postingan number=3 tag=”pendidikan”]

Jika pola kebijakan ini sudah dijalangkan sekolah, terangnya, otomatis tidak perlu lagi dengan mengerek nilai siswa saat ujian akhir.

Menurutnya, langkah ini perlu dilakukan oleh sekolah supaya nilai akhir dengan nilai yang lainnya tidak terkesan kontras perbedaannya. Ini mengingat sangat tidak pas untuk dilakukan oleh pihak sekolah.

Ia juga menyinggung pemerintah terkait nilai kelulusan. Ia meminta agar tidak terlalu bangga dengan nilai akhir siswa. Pihak pemerintah juga harus teliti dalam memberikan perhatian dan kebijakan.

Terpisah, Kepala SMAN 2 Mataram, Sahnan MPd mengatakan, semua yang disampaikan Dewan Pendidikan Provinsi NTB sangat bagus. Ini dianggapnya sebagai peringatan bagi sekolah-sekolah agar tidak mengobral nilai untuk dibangga-banggakan.

Namun demikian, ia menegaskan, selaku kepala sekolah ada tatacara tersendiri dalam penentuan kelulusan. Diyakini selama ini tidak ada sekolah yang hanya sekedar gagah-gagahan dalam memberikan penilaian terhadap siswa.

"Tapi peringatan dari Dewan Pendidikan itu penting sebagai peringatan,” tandasnya. (cr-rie)

BACA JUGA :  SMAN 7 Mataram Jadi Percontohan Sekolah Berkarakter