Sekolah di Lotim Perpanjang BDR Sampai 27 Agustus

Daring : tampak salah seorang siswa sedang fokus belajar dari rumah (BDR) dengan sistem daring
Daring : tampak salah seorang siswa sedang fokus belajar dari rumah (BDR) dengan sistem daring

SELONG – Wacana Pemkab Lombok Timur (Lotim) untuk membuka sekolah pada tanggal 8 Agustus seperti yang disampaikan Bupati HM Sukiman Azmy akhirnya dibatalkan.  Hal tersebut setelah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim mengeluarkan surat edaran (SE)  nomor 800/1041/ DIKBUD.I/2020 tertanggal 5 Agustus 2020 terkait pelaksanaan pembelajaran di masa pandemi Covid 19.

Surat edaran  itu juga  ditembuskan ke semua satuan pendidikan di Lombok Timur yang bernaung dibawah Dinas Dikbud Lotim. Surat edaran Dinas Dikbud  Lotim didalamnya termuat beberapa poin. Pertama disebutkan bahwa  penyelenggaraan pembelajaran pada  satuan pendidikan  TK/SD/SMP negeri maupun swasta SKB/PKBM yang dilakukan melalui kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) diperpanjangan dari tanggal 10 sampai 27 Agustus mendatang.

Poin kedua,  kepala sekolah  dan guru diminta untuk menginventarisasi siswa yang tidak memiliki HP pintar sebagai media pembelajaran jarak jauh. Hasil dari  inventarisir itu  dijadikan data dalam menentukan persentasi siswa yang dapat dilayani dengan menggunakan pembelajaran daring baik melaui Whatshapp (WA), google classroom, moodle, zoom, quizizz dan lain lain. Sedangkan untuk siswa yang belajar hanya bermodal buku paket, Lembar Kerja Siswa (LKS), tugas mandiri terstruktur/ tak terstruktur serta kombinasi belajar daring dan luring.

Poin ketiga agar pelayanan yang diberikan ke siswa bisa efesien dan efektif, para guru mata pelajaran diharuskan untuk melakukan “assemen diagnostik” terhadap kemampuan siswa selama BDR yang telah berlangsung sejak Maret lalu. Hasil asesmen itu akan  bisa diketahui kebutuhan siswa yang membutuhkan layanan khusus” home visit” baik secara individu maupun kelompok kecil 2 sampai 4 orang. Atau siswa tersebut cukup diberikan modul, buku paket, LKS, yang disediakan oleh sekolah.

Poin keempat juga disebutkan bahwa dalam upaya untuk mengontrol  tugas siswa dalam pelaksanaan BDR, siswa didampingi orang tua dijadwalkan supaya setiap akhir pekan ( Sabtu red)  diharuskan untuk menyampaikan tugas pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan tetap memperhatikan penerapan protokol  kesehatan pencegahan Covid 19. Poin kelima yaitu selama sistim BDR berlangsung kepala sekolah beserta jajaranya dibawah  juga diminta untuk mengevaluasi  fasilitas di sekolah terkait  protokol pencegahan Covid. Poin ke enam , selama siswa BDR, kepala sekolah dan guru tetap melaksanakan tugas sesuai dengan jadwal yang telah disusun oleh kepala sekolah dan juga harus memanfaatkan media yang ada di sekolah untuk menunjang PPJ. Media yang dimaksud berupa laptop, komputer jaringan internet dan lainya.

Poin ke tujuh  ialah khusus untuk  jenjang pendidikan SD, yaitu kelas 1,2,5 dan 6 pejadwalan siswa ke sekolah untuk mengumpulkan tugas disesuaikan dengan pelaksanaan bulan imunisasi anak sekolah di masa pendemi Covid. Poin yang kedelapan guru mata pelajaran bersama komunitas yang ada pada satuan pendidikan supaya aktif berdiskusi dan kerjasama untuk menghasilkan pembelajar yang bermakna sesuai dengan kebutuhan siswa. Poin sembilan pelaksanaan PPJ di masing – masing sekolah harus dituangkan dalam dokumen KTSP. Poin sepuluh hal hal lain yang belum diatur dalam surat edaran ini akan diatur kemudian.

Kepala Dinas Dikbud Lotim Achmad Dewanto Hadi ketika dikonfirmasi baik melalui telpon atau pesan singkat terkait  surat edaran ini belum kunjung menjawab.

Sementara itu Sekda Lotim HM Juaini Taofik  membenarkan jika wacana untuk membuka sekolah pada tanggal 8 Agustus batal dilaksanakan setelah Dinas Dikbud  Lotim mengeluarkan surat edaran terkait perpanjangan Belar Dari Rumah (BDR) di masa pandemi. Berbagai kegiatan di masa pandemi Covid-19, terutama terkait aktivitas belajar mengajar, Pemkab Lotim akan tetap selalu tegak lurus sesuai protokol yang telah ditetapkan pemerintah pusat dan provinsi.

” Sura edaran ini dibuat oleh Kadis Dikbud. Tapi saya belum cek apakah surat edaran itu telah disampaikan ke semua sekolah ” jawab Taofik. (lie)