Sekolah di Kota Mataram Perpanjang BDR

H L Fatwir Uzali (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram memastikan belum akan melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka di sekolah. Justru Disdik Kota Mataram memastikan memperpanjang pelaksanaan belajar dari rumah (BDR) untuk jenjang SD dan SMP, baik itu secara daring maupun luring. 

Hal tersebut sesuai surat keputusan Disdik Mataram nomor 423.5/1704/Disdik.CI/IX/2020 terkait perpanjangan BDR. Serta menyusul surat nomor 423.5/1734/disdik.CI/VII/2020 tanggal 30 Juli tentang kegiatan BDR.

“Satuan pendidikan di zona orange dan merah berdasarkan data satuan tugas penanganan Covid-19 nasional di larang melakukan proses pembelajaran tatap muka dan tetap melakukan BDR,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram H L Fatwir Uzali, Senin (21/9).

Dikatakan Fatwir, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram belum mengizinkan dilaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah. Sehingga pola untuk melayani pembelajaran masih dengan sistem daring dan luring. Kemudian dalam upaya menyesuiakan kurikulum sekolah  tahun ajaran 2020/2021  di masa pandemi berpedoman pada keputusan Mendikbud RI nomor 719/p/2020 tentang pedoman pelaksanaan kurikulum pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus  dan keputusan kepala badan penelitian dan pengembangan perbukuan nomor 018/H/KR/2020 tentang kompetensi inti  dan kompetensi dasar pada Kurikulum 2013.

“Kita juga minta kepala sekolah agar memastikan bahwa kesiapan dalam menjalankan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19. Ketika kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah mulai dilaksanakan,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa H  Sahril memastikan pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka. Keputusan sesuai dengan surat nomor 423.1/1582/Dikbud/2020 tentang pelaksanaan uji coba tatap muka.

“Kita sudah meminta izin kepada tim gugus tugas Kabupaten Sumbawa untuk pelaksanaan simulasi tatap muka. Terdapat 47 sekolah di Sumbawa yang akan simulasi tanggal 21 September 2020,” kata H  Sahril.

ikatakannya, sekolah yang sudah diverifikasi ini supaya mempersiapkan protokol Covid-19 dengan ketat. Sebab ini adalah momen untuk menuju new normal.

“Kita minta 47 sekolah ini mempersiapkan protokol Covid-19 dengan baik,” pintanya.

Menurutnya, sebelum kebijakan pelaksanaan pembelajaran uji coba tatap muka dilaksanakan, agar pihak sekolah dipastikan melakukan komunikasi dengan orang tua/wali murid untuk bersama-sama mendampingi siswa di luar lingkungan sekolah sesuai protokol kesehatan. Sehingga baik di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah siswa tetap dalam protokol kesehatan. Kemudian apabila dikemudian hari terjadi peningkatan kasus covid-19, maka kebijakan ini akan ditinjau kembali.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah sampai saat ini masih melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di rumah. Meskipun saat ini Loteng berada di zona kuning bersama  dengan Dompu.

“Sampai saat ini kita menunggu arahan dari tim gugus tugas kabupaten dalam hal ini Bupati Lombok Tengah,’’kata Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Loteng, H Jumadi.

Secara teknis pihaknya hanya menyiapkan panduan KBM tatap muka dimasa pandemi Covid-19 ini. Bahkan ada juga nanti sekolah yang tidak direkomendasikan, apabila tidak memehuhi instrumen yang sudah disiapkan dan itu diisi oleh masing-masing satuan pedidikan.

“Pada intinya menunggu hasil keputusan bupati dan semuanya sudah kita siapkan protokol Covid-19,” tutupnya. (adi)