Sekolah di KLU UN Secara Manual

Sekolah di KLU UN Secara Manual
Kondisi SMPN 2 Bayan yang tidak siap laksanakan UNBK, karena masih belajar di tenda darurat. (Abdi zaelani/Radar Lombok)

TANJUNG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Utara telah menyurati secara resmi Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) supaya tidak menggunakan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019 mendatang. Pasalnya, kondisi fasilitas sarana dan prasarana rusak akibat gempa yang mengguncang pulau Lombok lima bulan lalu.

Kepala Dinas Dikbud KLU Dr H Fauzan Fuad mengaku jika telah bersurat ke BSNP selaku penanggungjawab pelaksaan UN supaya diberikan kebijakan khusus terkait pelaksanaan ujian.

BACA JUGA: Sejumlah Kepala BPBD di NTB Dipanggil Polisi

“Alhamdulillah, kita sudah surati BSNP Pusat supaya tidak menggunakan sistem UNBK. Akhirnya mereka menyetujui tidak menggunakan komputer dan akan memberikan kebijakan terkait daerah yang kena dampak gempa bumi,” kata Fauzan kepada Radar Lombok, kemarin.

Fauzan mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu surat resmi dari BSNP Pusat terkait dengan kebijakan yang diterapkan khususnya untuk sekolah yang terkena dampak gempa bumi di Lombok Utara.

“Nanti kita surati lagi, apa bentuk kebijkan pusat bagi daerah terdampak terkait dengan ujian ini,” jelasnya.

Untuk diketahui, terdapat 36 sekolah jenjang SMP, diantara  34 SMP negeri dan 2 SMP swasta yang ada wilayah Lombok Utara. Pascagempa bumi beberapa waktu lalu mengguncang Lombok, semua fasilitas sekolah hancur. Atas dasar inilah khususnya di KLU tidak akan melaksanakan UNBK di tahu 2019 ini.

BACA JUGA: Mitigasi Bencana Masuk Kurikulum Mulai TA 2019

Terpisah, Anggota Dewan Pendidikan KLU H Safruddin mengaku sekolah yang ada di KLU tidak siap melaksanakan UNBK. Sebab masih banyak sekolah sampai saat ini masih belajar di tenda darurat.

“Kita tidak bisa melaksanakan UNBK tahun 2019 ini, dikarenakan fasilitas pendukung rusak dan siswa juga masih belajar di tenda darurat,” ungkapnya.

Dikatakannya, tahun 2019 ini pihaknya menyarankan agar menggunakan  Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNPK), dikarenakan kondisi tidak memungkinkan melaksanakan UNBK.

“Kecuali di kebut oleh pemerintah dari sisi fasilitas penunjang, mungkin bisa dilaksanakan UNBK. Tapi saat ini waktu tinggal 3 bulan lagi, jadi tidak mungkin,” tutupnya. (adi)