Sekda Positif Covid-19, Wali Kota segera Rapid Test

PENYEMPROTAN: Pendopo Wali Kota Mataram juga disemprotkan disinfektan pasca Sekda Kota Mataram dinyatakan positif terpapar Covid-19. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Sekda Kota Mataram, Dr H Effendi Eko Saswito positif terpapar Virus Covid-19. Kebenaran informasi ini terkonfirmasi langsung oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Kabar ini menyeruak, dan cepat menyebar.

“Dapat saya sampaikan, bahwa hasil pemeriksaan swab tanggal 30 Desember, Pak Sekda terkonfirmasi positif Covid-19,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa, di Mataram, Senin kemarin (4/1).

Disampaikan, gejala awalnya, Sekda merasakan demam. Lalu juga kehilangan daya penciuman. Karena bergejala, Sekda akhirnya memutuskan untuk swab tes. “Hasilnya kemudian positif di tanggal 30 Desember malam. Hasil ini juga sudah kita laporkan ke provinsi. Swab tesnya di RSUD Kota Mataram,” katanya.

Setelah dinyatakan positif, Sekda Kota Mataram langsung melaksanakan isolasi mandiri ke kediaman pribadinya di Lombok Barat. “Sekarang sedang isolasi mandiri, dan keadaannya sehat. Progresnya juga sangat bagus, indra penciumannya juga sudah kembali normal, dan isolasi mandiri,” katanya.

Keluarga inti Sekda Kota Mataram juga sudah menjalani swab tes. Hasilnya tidak ada satupun yang terkonfirmasi positif Covid-19. “Keluarganya sudah di-tracing juga. Hasilnya, seluruhnya Alhamdulillah negatif. Jadi yang kena itu hanya Pak Sekda saja,” imbuhnya.

Untuk riwayat sampai Sekda terpapar virus Covid-19 jelasnya, beberapa hari menjelang penutupan tahun 2020, Sekda Kota Mataram mengikuti cukup banyak kegiatan dan agenda. Termasuk menghadiri beberapa undangan serta menemui cukup banyak orang di ruangan kerjanya. “Aktivitas kesibukan diakhir tahun salah satu yang barang kali menyebabkan beliau terpapar. Saya pastikan beliau tidak pernah pergi keluar daerah selama ini. Hanya memang aktivitas beliau padat diakhir tahun. Sehingga itu memungkinkan beliau terpapar,” terangnya.

Begitu juga dengan staf ajudan pribadi Sekda Kota Mataram. Semuanya sudah dilakukan tracing. Hasilnya tidak ada yang terpapar corona. “Staf beliau juga akhir-akhir ini sering mengikuti kegiatan. Itu orang terdekat beliau juga Kepala OPD dan Asisten sudah dilakukan pemeriksaan. Hasilnya tidak ada yang bergejala,” jelasnya.

Perhatian juga tertuju sehari sebelum Sekda Kota Mataram melaksanakan swab tes. Sekda menghadiri rapat Baperjakat yang dihadiri enam pejabat. Seluruhnya pun sudah dilakukan tracing. “Karena tidak ada gejala. Pejabat yang menemani beliau rapat tidak di-swab. Tidak ada masalah,” katanya.

Pasca Sekda dinyatakan positif, maka Kantor Wali Kota Mataram langsung dilakukan penyempotan disinfektan. Seluruh ruangan disterilkan. Tak ketinggalan Pendopo Wali Kota Mataram juga disemprotkan disinfektan. Tujaunnya untuk mensterilkan dan upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19.

“Dari BPBD langsung menyemprotkan disinfektan. Sekda juga kan melaksanakan pekerjaan dari rumah. Pengelolaan pemerintah harus tetap berjalan seperti biasa. Karena kita sudah melakukan tracing dan tes pejabat yang kontak erat dengan beliau. Tidak ada penularan dan sudah disemprot disinfektan diseluruh ruangan,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr H Usman Hadi mengatakan, untuk Sekda Kota Mataram yang positif corona. Usman mengatakan tidak termasuk klaster manapun. Berdasarkan tracing yang dilakukan langsung oleh Usman, Sekda Kota Mataram sempat menghadiri salah satu acara. “Beliau ada riwayat menghadiri acara. Dia dinyatakan positif Rabu malam, sehingga paginya saya tracing putri dan istrinya. Alhamdulillah negatif. Termasuk ajudannya juga negatif,” terangnya.

Sekda Kota Mataram, Dr H Effendi Eko Saswito saat dikonfirmasi tentang kondisinya mengaku dalam keadaan sehat. “Saya di rumah tidak ke kantor. Alhamdulillah saya sudah sehat. Kemarin Jumat swab, negatif hasilnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh memastikan dia segera melaksanakan swab tes, pasca Sekda Kota Mataram positif Virus Covid-19 atau corona. Tes juga bagian dari tracing kontak erat untuk mengetahui dirinya dalam kondisi sehat. “Saya sehat saja. Nanti mana ini Kadikes, saya perlu tes, cek darah dan sebagainya,” ujar Wali Kota.

Selanjutnya untuk pelayanan di Sekretariat Daerah (Setda) Kantor Wali Kota Mataram, Ahyar mengatakan tetap berjalan sebagaimana biasanya. Pelayanan dan aktivitas kantor tetap dilaksanakan. “Pelayanan tetap dan masuk kantor seperti biasanya,” katanya.

Wali Kota juga menganggap untuk di Setda Kota Mataram masih belum perlu dilakukan kerja dari rumah atau work from home. “Dengan Pak Sekda yang positif ini, tidak menjadi hambatan. Dokumen yang Pak Sekda tandatangani itu sudah ditandatangani. Tentu dengan protokol Covid, berkasnya dibawa dengan sarung tangan,” ungkapnya.

Selain itu, upaya antisipasi sudah dilakukan. Yaitu dengan mensterilkan Kantor Wali Kota Mataram. Seluruh ruangan disemprotkan disinfektan. “Sudah tadi kan semuanya disemprotkan disinfektan,” terangnya.

Kemudian menjadi perhatian adalah cukup banyaknya pejabat yang melaksanakan rapat dengan Sekda Kota Mataram sebelum akhir tahun. Selain itu, dua sehari sebelum dinyatakan positif. Sekda Kota Mataram memimpin rapat dengan badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (Baperjakat). Lalu juga rapat finalisasi anggaran. Pejabat yang menghadiri rapat bersama Sekda diputuskan tidak perlu untuk swab. “Tapi kalau ada gejala, segera untuk menghubungi dokter untuk dilakukan cek sampai swab. Itu kalau ada gejala, sampai saat ini, teman-teman ini normal saja sudah tujuh hari,” jelasnya.

Wali Kota mengatakan, setelah Sekda Kota Mataram dinyatakan positif. Tidak menjadi halangan untuk menuntaskan agenda pemerintahan. Oleh karenanya, Wali Kota berinisiatif langsung menggelar dan meminpin rapat dengan sejumlah pimpinan SKPD. “Banyak yang harus kita bahas. Termasuk secepatnya rapat koordinasi Forkompimda dengan Gugus Tugas maupun OPD. Ini terkait rencana pembelajaran tatap muka. Sampai sekarang kan itu belum saya izinkan dengan perkembangan Covid-19 ini,” jelasnya.

Asisten III Setda Kota Mataram, Hj Baq Evi Ganevia mengatakan, untuk aktivitas perkantoran di Kantor Wali Kota Mataram berjalan dengan normal. “Normal saja kita seperti biasa. Tadi juga sudah dilakukan penyemprotan disinfektan oleh BPBD,” singkatnya. (gal)