Sekda Lobar Bantah Takut Tuntaskan KUA-PPAS

Sekda Bantah Takut Tuntaskan KUA-PPAS
BAHAS : Kegiatan pembahasan KUA-PPAS 2017 oleh DPRD dan eksekutif di kantor DPRD belum lama ini. (ZUL/RADARLOMBOK)

GIRI MENANG-Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat H. Moh. Taufiq membantah tudingan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Lobar yang menyatakan dirinya takut menuntaskan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan 2017 lantaran kepastian nilai Dana Alokasi Umum (DAU) Lobar yang dipotong belum final dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Ditegaskan mantan Kepala Bappeda Lobar ini, dirinya tidak takut, ia menerapkan prinsip kehati-hatian. Kalaupun pemotongan DAU diasumsikan Rp 13 miliar, kemudian melakukan pemotongan di berbagai program, tentu tidak segampang itu. “Jadi sebenarnya bukan takut. Saya tetap mengedepankan unsur kehati-hatian. Karena memotong Rp 13 miliar itu, tidak sekadar memotong. Kita lihat program (yang akan dipotong) itu, sudah berjalan tidak? Apa dampaknya kalau dipotong? Statusnya saat ini bagaimana?” jelasnya.

Kalaupun kemudian hendak memotong atau menunda penganggaran pembangunan gedung kantor, harus dilihat dahulu statusnya. Apakah sudah lelang, sudah tanda tangan kontrak atau tidak? Tidak bisa kemudian asal dipotong atau ditunda.  Akan tetapi kalau tanah tempat dibangun misalnya belum tuntas, maka akan dilihat dan diidentifikasi lagi. “Mudah-mudahan KUA PPAS dalam waktu dekat bisa tuntas, setelah kita menemukan program apa-apa yang harus kita pangkas karena pengurangan DAU,” harapnya.

Kemudian ditegaskannya, pembahasan atau penuntasan KUA-PPAS ini tidak harus menunggu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang pengurangan DAU ini dikeluarkan. Tetap akan jalan untuk mempercepat penuntasan APBD Perubahan 2017. “Jadi tidak harus menuggu. Kalau kita menunggu, kita bisa terlambat penyelesaian APBDP, yang penting saya itu betul-betul secara komprehensif nanti dicari tahu, program-progam yang dipotong itu seberapa dampaknya. Target Agustus ini sudah selesai KUA PPAS,” bebernya.

Diungkapkannya, dia mendengar langsung perihal pemotongan tersebut dari Kemenkeu. Dari total DAU Lobar Rp 784 miliar lebih, yang dipotong Rp 13 miliar. “Saya dengan sendiri, dari DAU Lobar yang Rp 784 miliar itu, pemotongannya  sekian, sekitar Rp 13 miliar. Mudahan saya salah,” tandasnya. (zul)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid