Sekda: Jangan Terlalu Serius Berpolitik!

Raden Nurjati (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)
Raden Nurjati (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Dinamika politik menjelang pendaftaran bakal pasangan calon (bapaslon) pada 4-6 September mendatang kian memanas. Dalam hal ini, Penjabat Sekda Kabupaten Lombok Utara (KLU) Raden Nurjati meminta agar para tokoh masyarakat (toma) dan tokoh agama (toga) terlibat memberikan kesadaran politik damai. “Kondisi sudah semakin memanas. Tolong saling ingat-mengingatkan. Tokoh masyarakat dan tokoh agama memberikan kesadaran politik yang baik dan bersih kepada masyarakat kita,” ujar Raden Nurjati kepada Radar Lombok, Kamis (27/8) kemarin.

Pihaknya tidak ingin terjadi perselisihan dan perkelahian antar-pendukung. Apalagi hanya gara-gara beda pilihan sampai mengorbankan hubungan silaturahmi. “Pesta pasti terjadi beda pilihan, tapi harus tetap menjaga kesatuan dan persatuan,” katanya.

Ia mengajak masyarakat jangan terlalu serius dalam pesta demokrasi yang menentukan pemimpin lima tahun sekali ini. Pilkada harus berjalan baik dan damai. “Jangan terlalu serius dalam pesta demokrasi ini, mesagul lagu serius (bercanda). Jangan terlalu diributkan. Agenda demokrasi ini besar sehingga harus benar-benar terjaga,” imbuhnya.

Pemerintahan Najmul Akhyar-Sarifudin lanjutnya akan berakhir pada Februari 2020. Banyak program yang sudah dilaksanakan bersama jajaran. Dan banyak pula di antaranya mendapatkan apresiasi dan anugerah prestasi dari pusat. Tetapi bagaimanapun juga ada kekurangan. Ada program masih belum tuntas 100 persen, karena jangka lima tahun itu tidak cukup menuntaskan program tersebut. “Beliau (Bupati Najmul Akhyar) mengingatkan kepada kami (OPD) terhadap pelaksanaan program bisa dimaklumi. Nanti Bupati terpilih bisa melanjutkan yang belum tuntas 100 persen,” terangnya. (flo)