Sejumlah Pengurus Organisasi Sayap Mundur dari PKB

MUNDUR: Sejumlah kader dan pengurus DPW Perempuan Bangsa NTB yang merupakan sayap PKB kecewa dengan hasil Muswil. Mereka pun memilih mundur dari PKB. (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Hasil Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PKB NTB menyisakan kekecewaan di kalangan kader parpol tersebut. Mereka menilai DPP PKB zalim dan semena-mena dengan tidak mengakomodir sejumlah kader ideologis PKB dan NU dalam jajaran kepengurusan inti di DPW PKB NTB 2021-2026.

Sebagai bentuk kekecewaan, sejumlah kader dan pengurus di organisasi sayap parpol besutan Muhaimim Iskandar itu memilih mundur dari PKB. “DPP telah semena-mena dalam menunjuk pengurus DPW PKB NTB. Tanpa mau mendengar masukan dan aspirasi jajaran kader termasuk kami di sayap partai,” kata Endang Supriana, Sekretaris DPW Perempuan Bangsa PKB NTB, Selasa (12/1) kemarin.

Langkah Endang Supriana mundur, juga diikuti sejumlah jajaran pengurus lain di DPW Perempuan Bangsa. Yakni, Baiq Sarah selaku Bendahara. Kemudian Fitri Wulandari, Sopia Komalasari dan Baiq Meydia mundur dari jajaran wakil ketua. “Kami memutuskan tidak lagi bergerak bersama PKB,” paparnya.

Bahkan, menurutnya, pihaknya akan mengajak lebih banyak lagi kader dan pengurus Perempuan Bangsa untuk mundur dari parpol tersebut. Dia menilai, sikap DPP mengenyampingkan aspirasi kader akan membuat PKB NTB akan sulit untuk bisa mengejar target tiga besar raihan suara di Pemilu 2024.

Bahkan, mereka juga menilai, sikap Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar akan membuat dirinya sulit mendapatkan dukungan penuh; maju dalam bursa capres pada Pemilu 2024. “Justru sikap Gus Ami (Muhaimin Iskandar) yang abai dengan aspirasi kader di daerah akan sangat merugikan beliau sendiri,” imbuhnya.

Senada dengan itu, Ketua Gerbang Tani NTB Viken Madrid juga menyatakan sudah mengundurkan diri sebagai Ketua Gerbang Tani NTB. Gerbang Tani NTB juga salah satu organisasi sayap PKB. Dia menegaskan, keputusan mundur dari sayap PKB sebagai bentuk protes dan kekecewaan dirinya terhadap sikap DPP telah menyingkirkan sejumlah kader potensial dari jajaran inti kepengurusan. Misalnya Akhdiansyah dan sejumlah kader lain. Padahal, Mereka adalah kader-kader ideologis PKB dan NU. Sehingga tidak sepatutnya mereka tidak diakomodir dalam jajaran kepengurusan inti DPW. “Saya sudah sampaikan surat pengunduran diri kepada DPN Gerbang Tani,” pungkasnya. (yan)