Sejumlah Ormas Kembali Demo Ustad Mizan

Demo: Ribuan massa dari berbagai Ormas di Lotim kembali turun melalukan aksi demo sebagai bentuk aksi protes terhadap ceramah Ustad Mizan Qudsiyah. (M. Gazali)

SELONG – Gelombang protes terhadap ceramah kontroversial Ustad Mizan Qudsiyah pimpinan Ponpes Assunnah Bagi Nyaka kembali berlanjut. Ribuan waga dari berbagai organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Lombok Timur turun ke jalan melalukan aksi demo di depan kantor bupati Kamis (6/1) pagi.

Berbagai Ormas yang menggelar Orasi ini diantaranya Muslimat NW, Laskar Mujahidin, Garuda, Pemuda Pancor termasuk juga HMI. Sebelum melalukan aksi massa aksi terlebih dahulu berkumpul di simpang empat BRI atau depan Taman Rinjani Selong. Baru setelah itu mereka bergerak ke depan kantor bupati. Jalanya aksi juga mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Kedatangan massa aksi ini diterima langsung Wakil Bupati H. Rumaksi, Sekda HM. Juaini Taofik, Kapolres dan Dandim 1615

BACA JUGA :  Fitra NTB Sarankan Pinjaman Rp 750 Miliar untuk Program Pemulihan Ekonomi Masyarakat

Dalam aksi nya, pendemo kembali menyatakan sikap menentang keras ceramah Ustad Mizan Qudsiyah yang telah mencela makam para ulama yang sangat dihormati oleh masyarakat Lombok. Apalagi ucapan yang dilontarkannya itu bermuat kalimat- kalimat yang tidak pantas. Hal tersebut telah melukai hati masyarakat Lombok khususnya Lotim. Terlebih makan tuan guru yang di cela itu adalah orang – orang yang telah berjasa besar memperjuangkan bangsa agama di tanah lombok.

Karenanya mereka meminta ke aparat penegak hukum untuk segera memproses ujian kebencian yang di sampaikan dalam ceramah ustad Mizan tersebut. Yang bersangkutan harus segera di proses hukum dan di adili. Sebab penyataan yang disampaikan Ustad Mizan telah menimbulkan gejolak dan konflik di tengah masyarakat.

BACA JUGA :  Puluhan Ribu Tiket MotoGP Belum Laku Terjual

Kapolres Lotim AKBP. Herman Suriyono menanggapi tuntutan massa aksi menyatakan pihaknya saat ini sedang bekerja mengusut kasus ujaran kebencian ini. Ia meminta semua pihak terkait untuk bersabar dan mengawal proses hukum yang sedang berjalan. Yang terpenting jangan sampai ada yang main hakim sendiri.

Jalanya aksi berlangsung aman dan damai. Setelah dua jam lebih menggelar orasi, ribuan pendemo akhirnya membubarkan diri secara tertib. (lie)