Sejumlah Ketua DPD II Golkar Ajukan Diskresi ke Ketua Umum agar Bisa Memimpin Tiga Periode 

Ketua DPD I Golkar NTB Mohan Roliskana (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Musda DPD II Golkar kabupaten/kota direncanakan akhir April atau awal Mei mendatang, sesuai peraturan organisasi (PO). “Tapi tanggal belum kita tentukan,” ungkap Ketua DPD I Golkar NTB Mohan Roliskana yang ditemui di Kantor Wali Kota Mataram, Rabu (17/3).

Musda DPD II ini lanjutnya, diharapkan tetap mengedepankan musyawarah mufakat dari para pemilik suara. Adapun para pemilik suara di Musda DPD II yakni DPP, DPD I, DPD II, ormas pendiri dan didirikan dan PAC kecamatan. “Kita minta musyawarah mufakat atau aklamasi,” ucapnya.

Disinggung soal kabar sejumlah kader mengajukan diskresi ke Ketua Umum DPP agar bisa menjadi ketua lebih dari dua periode, Mohan tidak menampiknya. Karena sesuai aturan, kader hanya diperbolehkan menjabat ketua itu dua periode. Sehingga jika ada yang mau mencalonkan diri untuk periode ketiga, maka harus memperoleh diskresi Ketum DPP. “Pengajuan diskresi melalui Ketua DPD I,” terangnya.

BACA JUGA :  Airlangga Hartarto Ternyata Cucu Pejuang Kemerdekaan

Informasi yang diserap Radar Lombok sejumlah Ketua DPD II kabupaten/kota sudah menjabat dua periode. Tetapi mereka dikabarkan berkeinginan mencalonkan diri untuk periode ketiga. Misalnya, Ketua DPD II Golkar KLU Djekat, Ketua DPD II Golkar Lotim Daeng Paelori, Ketua DPD II Golkar Lobar Hj Sumiatun dan lainnya. “Diskresi itu kewenangan mutlak dari ketum DPP,” terangnya.

BACA JUGA :  Tiga Nama Berpeluang Jabat Sekretaris Golkar NTB

Persaingan memperebutkan kursi ketua DPD II kabupaten kota seru dan menarik. Sejumlah kader sudah mulai bergerilya dan melakukan lobi-lobi politik untuk memperoleh dukungan. Namun demikian, Mohan mengakui, saat ini pihaknya lebih fokus untuk merampungkan kepengurusan DPD I Golkar NTB periode 2021-2026. Sehingga bisa segera diajukan ke DPP. Kemudian DPP menerbitkan SK pengangkatan.

Terkait siapa kader yang akan mendampingi Mohan sebagai Sekretaris DPD I Golkar NTB, Mohan memilih enggan berkomentar. “Jika sudah tuntas SK pengurus DPD I, baru kita fokus musda DPD II,” pungkasnya. (yan)