Sejumlah Kader Berebut Kendaraan Golkar

Hj. Sumiatun (ZUL/RADARLOMBOK)

GIRI MENANG– Pilkada Lombok Barat kian dekat. Suhu politik semakin meningkat. Saat ini para bakal calon tengah berebut kendaraan partai politik sebagai alat pengusung mereka menjadi calon.

Di Golkar, tercatat ada sejumlah kader yang berebut kendaraan partai ini. Mereka diantaranya Nauvar F. Farinduan, H. Umar Said, TGH. Muamar Arafat dan Hj. Sumiatun. Golkar punya kursi terbanyak di DPRD Lombok Barat. Sementara syarat seseorang bisa menjadi calon adalah diusung minimal Sembilan kursi.

Soal ini, Ketua DPD II Partai Golkar Lobar Hj. Sumiatun membantah adanya rebut-rebutan di internal Beringin. Sebab nyatanya kata politisi Dapil Sekotong-Lembar ini, baik Nauvar F. Farinduan, H. Umar Said maupun TGH. Muamar Arafat belum pernah berkomunikasi dengan DPD II Partai Golkar Lobar berkaitan dengan Pilkada. “Ndak pernah ada,” tegasnya, Minggu (4/6).

Sumiatun menegaskan, ada mekanisme di Partai Golkar untuk mengusung calon. Calon yang diusung nantinya atas rekomendasi dirinya. “Jadi atas rekomendasi saya dong, meskipun komunikasinya dengan provinsi, yang mengajukan itu kan saya, ingat loh, ini kewenangan Lobar,” tegas politisi dari Kecamatan Sekotong ini.

DPD II Partai Golkar Lobar sendiri saat ini lanjutnya masih menunggu dan melihat perkembangan yang ada. Tidak mau menentukan sikap terlalu dini, apalagi Pilkada Lobar masih setahun lebih. Karena Golkar dengan kursi terbanyak di DPRD tidak mau sekedar jadi peserta melainkan ingin menang .“Kita tidak mau buru-buru. Yang penting kita cari menangnya. Itu saja sih intinya. Kalau semua mau, tetapi peluru tidak ada, kan susah, bisa kalah,” tegasnya lagi.

Selain itu kata Sumiatun, Partai Golkar tentu tidak akan semata-mata berpatokan pada survei elektabilitas. Melainkan juga kemampuan calon tersebut. Dikarenakan Golkar harus mempertanggungjawabkan hal tersebut kepada rakyat. “Walaupun hasil survei tinggi, tetapi kemampuan tidak ada dalam segala hal, tentunya perlu kita pertimbangkan dong. Jangan serta-merta kita lihat ini itu, tidak bisa,” ungkapnya.

“Coba lihat, banyak pasang baliho, kita lihat mohon maaf, kita lihat bagaimana pondasi orang. Kita harus antisipasi, kita hati-hati, kita lihat pondasinya seperti apa,” tambah politisi senior ini.

Lantar dari keempat kader yang kini mulai nampak di publik, siapa yang akan berpeluang direkomendasikan Golkar? “Bu Hj. Sumiatun dong, karena Ketua DPD (Golkar Lobar). Bisa Lobar I, Lobar II. Harus siap,” tandasnya dengan nada serius.

Sementara itu berkaitan dengan arah dukungan Partai Golkar, Ketua Harian DPD I Partai Golkar NTB Misbach Mulyadi dan Sekretaris DPD I Partai Golkar NTB yang dimintai keterangan, belum bisa dihubungi melalui sambungan telepon. (zul)

BACA JUGA :  Undang-Undang Pilkada Bersifat Jangka Pendek