Sejak Januari 92 Warga Mataram Positif Covid-19, 5 Meninggal dan 42 Masih Isoman

POSITIF COVID: Warga Kota Mataram harus lebih berhati-hati dengan lonjakan kasus Covid-19 yang terus meningkat, yang bahkan tahun ini telah mengakibatkan lima meninggal dunia.(ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Kasus penularan Covid-19 di Kota Mataram kenaikannya cukup signifikan. Meski akhir tahun 2021 penularannya terbilang melandai, namun kasus Covid-19 terus bertambah sejak awal tahun 2022. Dan angka penambahannya pun cukup menghawatirkan.

Data Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram. Sejak awal tahun sampai saat ini tercatat 92 warga Kota Mataram yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dari jumlah tersebut, 5 orang warga Mataram meninggal dunia dan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Dari awal tahun sampai saat ini jumlahnya 92 orang yang positif Covid-19. Ada 5 orang yang meninggal dunia. Yang meninggal dunia ini dengan riwayat penyakit penyerta (komorbid),” ujar Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa di Mataram, Jumat (4/2).

Akumulasi warga terkonfirmasi positif ini cukup banyak. Penambahannya melesat sepekan terakhir. Seperti data 1 Februari dengan penambahan 13 pasien positif. Lalu tanggal 2 Februari bertambah 10 orang terkonfirmasi positif. Selanjutnya tanggal 3 Februari melonjak dengan penambahan 23 warga positif. “Dari datanya memang ada kenaikan cukup signifikan,” katanya.

Dengan penambahan yang cukup banyak. Lalu ditambah dengan adanya warga Kota Mataram yang meninggal dunia karena Covid-19. Nyoman memastikan belum ada lingkungan di Kota Mataram berstatus zona merah. “Belum ada yang merah. Itu paling turunnya jadi zona kuning,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Melihat Eksistensi Pecinta Mini 4WD “Tamiya" di Kota Mataram

Dilanjutkannya, warga masyarakat tidak perlu panik dengan akumulasi kasus Covid-19 sejak awal tahun. Karena angka kesembuhan pasien positif di Kota Mataram cukup tinggi. “Ini kebanyakan tidak bergejala. Sebagian besar tidak dirawat di rumah sakit. Tapi isolasi mandiri di rumah. Banyak itu yang sembuh,” terangnya.

Tapi dengan penambahan kasus yang mulai melonjak, Nyoman meminta warga masyarakat untuk tidak abai mematuhi protokol kesehatan. “Jangan lupa untuk divaksin. Karena itu akan menurunkan fatalitas dari serangan virus Covid-19,” pintanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr H Usman Hadi mengatakan, saat ini virus aktif Covid-19 di Kota Mataram tersisa 56 kasus. Rinciannya kata dia 44 orang melaksanakan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Sementara 12 orang lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit. “Yang masih aktif sekarang 56 kasus. 12 dirawat di rumah sakit dan 44 menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing,” katanya.

BACA JUGA :  Dishub NTB Antisipasi Transportasi Daring

Dengan banyaknya warga positif Covid-19 yang melaksanakan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Dinas Kesehatan melalui petugas puskesmas setempat meningkatkan pengawasan. Pengawasan dilakukan dengan ketat.

Sebelum memutuskan untuk bisa isolasi mandiri di rumah. Persyaratannya cukup ketat dengan menilai kondisi rumah warga. Seperti fasilitas kamar tidur dan kamar mandi tidak boleh bercampur dengan penghuni rumah lainnya. “Kami juga kasi pinjam alat-alat kesehatan. Seperti oksigen dan lainnya. Kalau sudah selesai dikembalikan lagi,” ungkapnya.

Direktur RSUD Kota Mataram, dr Hj Eka Nurhayati, Sp.OG mengatakan, RSUD siap merawat pasien Covid-19. Saat ini pasien positif yang dirawat 12 orang. Bahkan kata dia, dua orang penunggu pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram juga positif.

“Iya ada yang nungguin pasien dua orang positif juga. Sebenarnya dia bisa isolasi mandiri di rumah. Tapi karena mau menunggu ya jadinya positif juga. Sebenarnya pasien yang dirawat di RSUD Kota Mataram itu 12 orang,” terang Eka. (gal)