Sehari, Pertamina Distribusikan 84.365 Tabung LPG 3 Kg

Pertamina Ilustrasi
Pertamina Ilustrasi

MATARAM—Upaya memberikan kenyamanan bagi ibu rumah tangga dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari menyediakan menu berbuka dan makan sahur selama bulan Puasa Ramadan 1438 Hijriyah, PT Pertamina Rayon IX Ampenan menambah kuota gas tabung LPG 3 kg, yang merupakan program subsidi dari pemerintah.

SE LPG Rayon IX Ampenan, Firdaus Susanto mengatakan, selama puasa Ramadan 1438 Hijriyah, Pertamina Ampenan, SE LPG RAyon IX menambah kuota sebesar 6 persen dari alokasi biasanya perhari. “Dalam sehari itu ada penambahan sebesar 6 persen atau sebanyak 4.775 tabung perharinya untuk Pulau Lombok,” kata Firdaus Susanto, Senin kemarin (29/5).

Firdaus menyebut bahwa alokasi tabung gas LPG 3 kg atau lebih dikenal sengan sebutan tabung melon di Pulau Lombok rata-rata perharinya dipasok sebanyak 79.590 tabung, atau setara dengan 238 metrik ton (MT) perharinya. Dengan adanya penambahan sebesar 6 persen atau sebanyak 4.775 tabung/hari, maka berarti Pertamina mendistribusikan gas LPG isi 3 kg sebanyak 84.365 tabung perharinya.

Sementara itu jumlah penerima subsidi atau tabung gas LPG 3 kg yang disalurkan bagi penerima manfaat dari program subsidi berdasarkan data konversi minyak tanah (mitan) ke gas LPG 3 KG khususnya di Pulau Lombok tahun 2011 sebanyak 680.080 kepala keluarga (KK).

Firdaus memastikan dengan adanya penambahan sebesar 6 persen kuota untuk penyaluran gas LPG 3 kg, maka pihaknya optimis tidak akan ada kelangkaan ataupun kekurangan pasokan untuk gas ukuran melon tersebut.

Terlebih lagi lanjut Firdaus, saat ini pasokan gas dari Pulau Sumbawa berjalan lancar tidak ada gangguan. Terlebih lagi cuaca di laut dalam kondisi baik-baik saja, sehingga angkutan gas berjalan dengan sesuai jadual yang biasanya.

Untuk memperlancar proses distribusi tabung gas LPG 3 kg hingga ke masysarakat yang berhak menggunakan tabung bersubsidi tersebut, sambung Firdaus, Pertamina Rayon IX telah memperbanyak SPBE, dimana saat ini sudah ada sebanyak 6 diantaranya 1 SPBE LPG NPSO dan 5 LPG PSO. Sementara itu jumlah pangkalan LPG PSO atau penjuala LPG 3 kg bersubsidi sebanyak 1.475 pangkalan yang tersebar di kecamatan se Pulau Lombok. “Untuk memperlancar pendistribuan ke masyarakat, kami terus mendorong pihak ketiga untuk lakukan penambahan  jumlah pangkalan,” kata Firdaus.

Sementara itu, Ketua Hiswana Migas Provinsi NTB, Mahendra Gandhi mengatakan bahwa pendistribusian penjualan LPG 3 KG subsidi belum merata hingga pelosok pedesaan di Pulau Lombok. Lantaran masih terbatasnya pendistribusian, mengingat jumlah agen penjualan yang lebih tersentral di pusat kecamatan. “Salah satu cara mengurai masalah distribusi yang merata sampai ke pelosok adalah memperbanyak agen di setiap desa,” kata Gandhi.

Terlebih adanya program dari Pertamina di NTB telah mencanangkan program ‘Satu Desa Satu Agen LPG 3KG’ akan menjadi perhatian dari Hiswana Migas. Bahkan, Hiswana Migas sebagai mitra dari Pertamina akan mengkawal dan mensukseskan target 1 Desa 1 Agen penjualan LPG. “Kami siap mensukseskan pogram membentuk agen di setiap desa/kelurahan,” kata Gandhi.

Gandhi menyebutkan, bahwa saat ini jumlah agen yang tersebar di Pulau Lombok di lima kabupaten/kota khususnya agen LPG 3 kg baru sebanyak 34 agen. Jumlah tersebut tentu masih jauh dari kata ideal. Padahal, jumlah desa/kelurahan di Pulau Lombok lebih dari 500 desa.

Karena itu, kata Gandhi peran dari para pengusaha sangat penting dalam menyiapkan infrastruktur dalam hal ini penunjukan agen LPG 3 kg di setiap desa/kelurahan. “Infrastruktur yang sangat berperan itu adalah agen. Porgram satu desa satu pangkalan akan menjadi prioritas pengusaha di Pulau Lombok,” pungkasnya. (luk)