Sehari, 51 Kasus Baru Covid-19

Update data kasus Covid-19 di Provinsi NTB tanggal 15 November 2020

MATARAM–Kasus baru Covid-19 di Provinsi NTB masih terus mengalami penambahan. Begitu juga dengan pasien sembuh juga terus mengalami penambahan.

Data Gugus Tugas Provinsi NTB terdapat penambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 51 kasus pada Minggu (15/11/2020). Hal ini diketahui dari hasil pemeriksaan 270 sampel di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD Bima, dan Laboratorium TCM RSUD HL Manambai Abdulkadir. Hasilbta 219 sampel negatif, tidak ada sampel positif ulangan dan 51 sampel kasus baru positif Covid-19. Kasus baru itu berasal dari Sumbawa Barat 14 kasus, Lombok Barat satu kasus, Kota Bima sepuluh kasus, Kabupaten Sumbawa 11 kasus, Kabupaten Bima 13 kasus dan pelaku perjalanan satu kasus.

Pada hari yang sama terdapat penambahan 11 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19. Rinciannya dari Kota Bima sembilan orang, Kabupaten Sumbawa satu orang dan Kota Mataram satu orang. Terdapat juga satu kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 4306 atas nama AHA, lakilaki, usia 66 tahun, penduduk Desa Nggembe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien memiliki penyakit komorbid. ”Dengan adanya tambahan 51 kasus baru terkonfirmasi positif, 11 tambahan sembuh baru, dan satu
kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (15/11/2020) sebanyak 4.447 orang, dengan perincian 3.646 orang sudah sembuh, 235 meninggal dunia, serta 566 orang masih positif,” jelas Sekretaris Daerah Selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat,
Lalu Gita Ariadi dalam siaran persnya Minggu malam.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah kasus suspek sebanyak 12.849 orang dengan perincian 288 orang (2,6%) masih dalam isolasi, 46 orang (0,4%) masih berstatus probable, 12.515 orang (97%) sudah discarded. Jumlah kontak erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 34.208 orang, terdiri dari 2.48 orang (8%) masih dalam karantina dan 31.727 orang
(92%) selesai karantina. Sedangkan pelaku perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 92.201 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.474 orang (2%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 90.727 orang (98%).

Gita mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak menganggap remeh bahaya Covid-19, karena virus ini berpotensi menulari siapa saja, tanpa pandang bulu, terutama mereka yang tidak disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Terlebih gejala umum terpapar Covid-19 sangat sulit untuk dikenali, tidak hanya deman tinggi, sesak napas atau gangguan pernapasan saja, tetapi juga seringkali
sangat mirip dengan penyakit komorbid lain, seperti jantung, DB, tipes serta batuk/pilek, asam lambung dan penyakit pencernaan lainnya. Oleh karena itu, guna meminimalkan risiko kematian, diharapkan kepada warga masyarakat yang mengalami gejala awal penyakit-penyakit tersebut agar lebih dini memeriksakan diri pada petugas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang cepat
dan tepat.

Selain itu, untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, maka langkah pencegahan dan pengobatan paling penting yang dapat dilakukan saat ini adalah tetap taat, disiplin dan waspada terhadap penyebaran Covid-19. Setiap orang wajib menjaga dirinya dan orang-orang disekitarnya dengan menerapkan 3M dan 1T, yakni mamakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, menjaga jarak minimal dua meter serta tidak berkerumun atau menjauhi keramaian. ” Demikian juga bagi
pengelola fasilitas publik dan pusat-pusat kegiatan ekonomi masyarakat untuk memperhatikan, mengawasi serta menyediakan sarana pencegahan penyebaran Covid-19 sesuai protokol kesehatan yang telah ditetapkan,” jelasnya.(rl)