Sehari 16 Pasien Positif Covid-19 di Mataram

PASIEN COVID: Sepekan terakhir jumlah pasien Covid-19 di Kota Mataram cukup meningkat tajam, bahkan sehari sampai 16 pasien penambahannya. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Setelah sempat melandai dan diklaim tertangani dengan baik. Penyebaran Virus Covid-19 di Kota Mataram kini kembali “menggila”. Dibuktikan dengan sebaran dan penambahan jumlah pasien positif yang meningkat drastis kurun waktu beberapa hari terakhir.

Khusus tanggal 13 Desember, data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram, ada 16 orang terpapar positif Virus Covid-19 di Kota Mataram. Kondisi ini pun harus ditangani dengan serius. “Iya untuk yang kemarin (13/12) kita ada penambahan 16 orang positif Covid-19. Cukup banyak itu penambahannya,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa di Mataram, kemarin (14/12).

Merunut penjelasan yang diterima dari Dinas Kesehatan. Nyoman mengatakan, ke-16 orang yang terpapar Covid-19 tersebut didominasi oleh karyawan perkantoran. Hanya saja dimana asal instansinya tidak disebutkan. “Kan saya tidak mungkin menyebut instansinya,” katanya.

Tapi sedikit informasi dia kuak, bahwa kebanyakan yang terpapar adalah pegawai perkantoran. “Itu level provinsi maupun vertikal. Ini ada jumlahnya cukup signifikan di perkantoran,” ungkapnya.

Melihat sebaran dan hasil penjelasan Dikes, maka Nyoman menampik mereka yang terpapar ini disebut dari klaster Pilkada. Kendati pun tahapan Pilkada baru saja tuntas digelar di Kota Mataram. “Ini bukan klaster Pilkada kalau kita lihat dari sebaran dan latar belakang pekerjaannya. Sangat variatif ini,” terangnya.

Kemudian juga terungkap dari hasil kontak tracing ada yang terpapar Virus Covid-19 setelah sempat menyelesaikan tugas di luar daerah. Karena dari profil beberapa pegawai diperlukan untuk berangkat ke luar daerah. “Iya bisa jadi itu setelah ke luar daerah. Lalu ada juga yang kembali dari liburan,” jelasnya.

Berikutnya ada juga terkonfrmasi tertular setelah kontak erat dengan pasien positif. “Kalau tidak salah ada tertular di empat orang. Ada juga suami istri yang habis bepergian ke tempat wisata. Pulang-pulang mereka positif. Bervariasi penyebabnya,” imbuhnya.

Walaupun penambahan pasien positif jumlahnya cukup banyak, namun penularan saat ini tidak merujuk pada klaster tertentu. “Ini masih disebut non klaster,” katanya.

Nyoman juga mengingatkan untuk tidak menyalahkan Pilkada sebagai penyebab bertambahnya pasien positif di Mataram. “Pilkada itu tidak salah. Buktinya Pilkada kita sukses. Sekali lagi ini non klaster,” ungkapnya.

Sebelumnya penularan atau penyebaran Covid-19 di Mataram cukup melandai. Bahkan warga masyarakat layaknya sudah menormalkan diri seperti sebelum pandemi Covid-19 mulai menyerang. Tapi kini Virus Covid-19 mulai menyerang lagi.

Oleh karenanya, warga diimbau untuk tetap waspada dan terus mematuhi protokol kesehatan. “Sering sekali dan tetap kita ingatkan kepada warga masyarakat untuk mempedomani protokol kesehatan. Jangan abai dan kembali ke konsep awal new normal. Harus tetap dipatuhi itu protokol kesehatan,” jelasnya.

Masih dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas, ke-16 warga yang positif corona dirawat disejumlah rumah sakit di Kota Mataram. Diantaranya di RSUP NTB, RS Siloam Mataram, RS Harapan Keluarga, RSUD Kota Mataram dan ada juga yang melaksanakan isolasi mandiri. “Di RSUD Kota Mataram ada 3 orang positif yang dirawat. Itu bukan satu keluarga,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Medik RSUD Kota Mataram, dr Tris Cahyono. (gal)