Sebulan 44 Korban Lakalantas, 12 Diantaranya Tewas

SELONG—Selama bulan Juni 2016 tercatat angka kecelakaan lalulintas (Lakalantas) yang cukup tinggi di wilayah hukum Polres Lotim, dengan korban mencapai 44 orang, dimana 12 diantaranya meninggal dunia. Mirisnya, 7 korban diantara 12 orang yang meninggal tersebut adalah anak-anak, yang mestinya masih memiliki masa depan panjang sebagai generasi penerus bangsa.

“Jumlah Lakalantas dari awal Juni sampai 30 hari ini cukup fantastis,” kata Kapolres Lotim melalui Kasat Lantas Polres Lotim, AKP Bayu Eko Panduwinoto, saat ditemui wartawan sedang memantau Pos Pengamanan di Pancor, kemarin.

Disamping 7 korban anak dibawah umur lanjut Bayu, 4 Laka lainnya karena pengendaranya adalah anak-anak. Karena itu dia menghimbau pada pra orang tua untuk tidak membiarkan anak-anaknya yang masih di bawah umur mengendarai sepeda motor. “Usia anak-anak itu masih sangat labil, sehingga rentan terjadinya kecelakaan,” ujar Bayu.

Terlebih, anak-anak masih memiliki masa depan yang cukup panjang, sehingga perlu dilindungi oleh para orang tua dengan tidak membiarkan mereka berkendara. Apalagi anak-anak seringkali melakukan aksi kebut-kebutan yang kemudian menyebabkan celaka bagi orang lain.

BACA JUGA :  2016, Kasus Lakalantas di Lotim Meningkat

Menyinggung tentang Posko Pengamanan Lebaran, dikatakan terdapat dua Posko Pengamanan, masing-masing di Masbagik dan Terara dilayani satu Posko Pelayanan, serta satu Posko Terpadu berada di Pelabuhan Kayangan. Untuk melayani kedua Posko tersebut, diterjunkan 183 personel gabungan anggota Polri, TNI, Pol PP dan Pramuka.

Namun ada yang berbeda dalam pengamanan lebaran tahun ini, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dimana Kapolres Lotim memerintahkan semua Polsek untuk menyiapkan rest area (tempat istirahat) bagi para pemudik di semua Polsek yang ada di Lotim. “Ini perintah atasan demi menghindari dan mencegah terjadinya kecelakaan saat berkendara akibat mengantuk atau kecapean,” jelas Bayu.

Terkait daerah yang dianggap rawan terjadinya Lakalantas, yaitu sepanjang jalan dari Aikmel hingga Pringgabaya. “Disini jalannya sepi, sehingga memancing pengendara untuk ngebut dan juga banyak belokan,” jelas Bayu seraya menghimbau para pengendara untuk selalu berhati-hati saat melintas pada daerah tersebut, untuk menghindari terjadinya kecelakaan. (lal)