Sebar Hoaks Foto Korban Panah, Dua Pemuda Lobar Terancam 6 Tahun Penjara

UW, pria 39 tahun warga Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat, dan EH, pria 39 tahun warga Desa Babussalam, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat dihadirka dalam jumpa pers di Polresta Mataram, Kamis (26/5/2022). (IST/POLRESTA MATARAM)

MATARAM–Polresta Mataram menangkap dua pelaku penyebar hoaks foto korban panah di Pagesangan, Kota Mataram.

Pelaku berjumlah dua orang yakni UW, pria 39 tahun beralamat Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat, dan EH, pria 39 tahun alamat Desa Babussalam, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Keduanya dihadirkan dalam konferensi pers yang dipimpin langsung Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi di Gedung Wira Graha Pratama Polresta Mataram, Kamis (26/5/2022)

“Keduanya telah diamankan di Polresta Mataram untuk menjalani pemeriksaan,” ucap Heri.

Adapun kronologis singkat berdasarkan keterangan pelaku, mulanya foto-foto tersebut di-upload oleh UW dijadikan status WA.

EH dan UW merupakan teman dan nomor kontak tersimpan di HP masing-masing. EH langsung men-screenshot foto dari status UW, yang selanjutnya di-upload oleh EH di akun Facebook pribadinya dengan membuat status foto hasil screenshot tersebut serta menambahkan narasi yang menjelaskan foto tersebut adalah korban teror panah yang terjadi di Mataram.

BACA JUGA :  Penyebar Hoaks Korban Panah Tak Ditahan

“Atas postingan EH banyak masyarakat yang menjadi resah dan takut keluar rumah. Karena ini menimbulkan rasa tidak nyaman di tengah masyarakat, akhirnya polisi menyelidiki serta mengamankan kedua pelaku,” beber Heri.

“Pelaku sendiri mengakui bahwa foto tersebut dirinya yang memposting di Facebook dengan tujuan mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dan waspada,” imbuhnya.

Kedua pelaku saat ini ditangani Penyidik Satreskrim Polresta Mataram untuk diperiksa secara mendalam. Sampai saat ini pihak kepolisian masih melakukan proses pemeriksaan, sebagaimana dimaksud Pasal 54A ayat (1) Jo. Pasal 28 ayat (1) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan atau Pasal 14 ayat (1) (2) UU Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan atau denda Rp 1 miliar.

BACA JUGA :  Sebar Hoaks Korban Panah, Kadus Bermi dan Honorer Satpol PP Lobar Diamankan

Seperti diketahui, memang benar ada korban terkena anak panah, yakni Arif Rahman warga Lingkungan Bebidas, Kelurahan Pagesangan Timur, baru-baru ini. Korban terkena anak panah di lengan kiri. Pelaku tak dikenal kini terus diburu. Adapun foto-foto yang disebar kedua pelaku, kejadiannya bukan di Pagesangan. (RL)