Sebagian Warga Tolak Kehadiran Klub Bola “Tantero”

LOUNCHING : Acara lounching klub sepak bola Tanjung-Teros (Tantero) yang berlangsung Minggu (6/3). (Ist for Radar Lombok)

SELONG – Acara lounching klub sepakbola Tanjung-Teros (Tantero)  di lapangan umum  Tanjung Kecamatan Labuhan Haji, Minggu (6/3) menuai polemik. Klub bola ini dianggap penuh kepentingan politik, terlebih lagi peresmiannya dihadiri oleh Wakil Bupati Lotim H. Rumaksi, Camat Labuhan Haji, yang pada saat lounching ada acara pembagian kalender salah satu partai politik.

Sebagian warga Tanjung dan Teros menentang kehadiran klub bola ini karena dikhawatirkan menimbulkan gejolak  dan perpecahan di tengah masyarakat. Klub ini dianggap sengaja dibentuk untuk menyaingi klub lama, Persata.” Klub Tantero sengaja dibentuk untuk menandingi Persata. Padahal Persata ini adalah induknya. Boleh saja buat klub namun  harus ada koordinasi dulu dengan klub  Persata. Karena semuanya ada prosedur yang harus dilalui,” ungkap Ahmad Azhari, warga Tanjung yang juga pengurus Persata.

Yang lebih disesalkan lagi, sebagian pemain yang bergabung ke klub Tantero ini diambil dari pemain Persata. Dan mereka juga telah memiliki kartu anggota sebagai pemain Persata. Baik itu yang berasal dari Teros maupun Tanjung.” Ini yang sangat kita sesalkan. Kalau seperti ini kan kita akan pecah-belah,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Hiu Tutul Raksasa Nyangkut di Jaring Nelayan

Mereka mengecam keterlibatan oknum Camat dalam kegiatan tersebut. Kehadiran Camat dianggap menjustifikasi lahirnya klub Tantero yang banyak ditentang oleh masyarakat Tanjung dan Teros.” Kami sayangkan camat, kenapa dia berperan untuk melahirkan klub Tantero yang justru ditolak warga. Lalu, ada apa dalam kegiatan tersebut harus ada bagi-bagi kalender salah satu partai,” herannya.

Kegiatan hiburan pada malam harinya pun mengganggu warga sekitar. Acara hiburan dilakukan hingga pada tengah malam. Apalagi di masa pandemi saat ini tidak mematuhi protokol kesehatan (prokes).”Kita khawatir kehadiran Tantero FC akan berimbas pada disharmonisasi yang berakibat pada keributan antar masyarakat Tanjung dan Teros,” tandasnya.

BACA JUGA :  Kasus Kredit Fiktif, Sejumlah Guru Diperiksa

Terpisah, Camat Labuhan Haji, Muhir, ketika dikonfirmasi menyangkal dirinya terlibat langsung dalam kegiatan lounching tersebut. Ia hadir hanya sebatas diundang . Bahkan ia juga diberikan kesempatan untuk memberikan motivasi  kepada klub yang dibentuk oleh masyarakat Tanjung dan Teros itu.” Kalau launching baju Tantero FC  saya hanya diundang dan tidak pernah terlibat dalam pembentukan apalagi kepengurusan. Demikian pula pembagian kalender, saya tidak tahu sama sekali,” terang Muhir.

Jika ada warga menolak keberadaan Tantero FC, sebaiknya menempuh jalur hukum. Yang pasti ia sama sekali tidak punyak kapasitas untuk menjawab keberadaan Tantero FC.” Tidak ada seorang pun yang melarang orang lain mendirikan apapun kecuali mendirikan partai terlarang. Demikian pula halnya dengan pendirian klub Tantero FC ini.

Jika ada yang tidak terima, itu sah-sah saja. Yang pasti, sepengetahuannya Tantero FC terdaftar dalam PSSI Lotim,” tutupnya.(lie)