Sebagian Guru Honorer Tanpa Sepengetahuan Dikpora

Lalu Suandi (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Keberadaan guru honorer di Lombok Timur (Lotim) cukup banyak. Namun sebagian dari mereka, ternyata keberadaanya tidak diketahui oleh pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Lotim. Itu terjadi, karena proses pengangkatannya tidak dilaporkan pihak sekolah. “Masih ada sekolah-sekolah yang mengangkat sendiri,” kata Kadis Dikpora Lotim, Lalu Suandi, kemarin (9/10).

Dikatakan, proses pengangkatan guru honorer disesuaikan dengan kemampuan daerah. Ketika Sekolah membutuhkan guru honorer dengan jumlah tertentu, maka pihanya tentu harus menyesuaikan dengan kemampuan dan keuangan yang dimiliki daerah.

Bahkan pengangkatan guru honorer oleh daerah ini juga diperkuat dengan SK. Sehingga daerah punya kewajiban untuk memberikan honor ke mereka. “Pengangkatan bukan sesuai dengan kebutuhan, tapi sesuai dengan kemampuan. Misalnya di sekolah itu butuh empat guru honorer, tapi kita hanya mampu ngangkat dua. Selebihnya diangkat oleh sekolah,” terangnya.

Sesuai ketentuan, pengangkatan guru honorer, pihak sekolah harus melaporkan ke   Dikpora. Dengan itu maka keberadaan mereka bisa dikendalikan. Namun sebagian sekolah, ketika melakukan pengangkat guru honorer, ternyata banyak yang tidak melaporkan ke Dikpora.

“Kalau semua yang kita butuhkan kita angkat. Maka endak cukup kita untuk membayar. Untuk itu terbuka peluang ke sekolah mengangkat sesuai dengan kebutuhannya,” sebut Suandi.

Pengangkatan guru honorer tanpa dilaporkan, maka status mereka (honor) tidak terdaftar di Dikpora. Terkait itu, pihaknya untuk sementara  belum menerapkan  aturan terkait sanksi bagi sekolah yang mengangkat guru honorer tanpa dilaporkan ke Dikpora.

Namun lanjut Suandi, mereka telah memberikan imbauan ke sekolah-sekolah  terkait rasionalisasi tenaga honorer tersebut. “Imbauan itu sudah beberapa kali kita sampaikan,” pungkasnya. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid