Sebagian Besar Korban Bencana di NTB tidak Puas

Survei Program Awal Zul-Rohmi

Korban Bencana di NTB
TIDAK PUAS : Ketua pelaksana survei My Institute, Miftahul Arzak. memaparkan hasil surveinya di pendopo Gubernur NTB, Minggu (16/12). (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Salah satu lembaga survey, My Institute, melakukan survei bertajuk menuju 100 hari Bang Zul dan Umi Rohmi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Periode 2018-2023. Salah satu hasilnya, sebanyak 64,5 persen korban bencana gempa mengaku tidak puas.

Ketua pelaksana survei, Miftahul Arzak, menegaskan, survei yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan ilmu pengetahuan. “ Kami melakukan survei tanpa diketahui oleh gubernur. Jadi gak ada dibiayai oleh Zul-Rohmi,” ungkapnya saat memaparkanhasil survei di hadapan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, di pendopo Gubernur, Minggu (16/12).

Salah satu isu yaitu tentang penilaian korban gempa NTB terhadap program-program percepatan masa perbaikan pasca bencana yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTB. “ Ada 64,5 persen korban bencana yang mengaku bantuan belum sesuai harapan. Sedangkan 35,5 persen mengaku sudah sesuai harapan,” ucap Miftah.

Masyarakat berharap agar pemerintah segera membantu merenovasi rumah yang telah rusak. Selain itu, mereka juga menginginkan bantuan dana segera cair yang dijanjikan pemerintah pusat. Minimal mendapat bantuan bahan bangunan agar mereka dapat membangun rumah secara pribadi.

BACA JUGA: Korban Gempa Kembali Terima Rp 200 Miliar

Survei dilaksanakan dari tanggal 20 November – 3 Desember 2018. Dalam pelaksanaannya menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 4,4 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Jumlah populasi di NTB sebanyak 3.511.890 jiwa. Dalam penelitian tersebut menggunakan sampel 500 responden yang tersebar di seluruh
kabupaten/kota se-NTB. “ Beberapa hal penting untuk dijadikan perhatian oleh gubernur. Karena saya tahu juga gubernur selalu bergerak dengan data,” katanya.

Isu yang diangkat dalam survei tersebut bukan hanya tentang penanganan pasca bencana. Namun juga popularitas Zul-Rohmi untuk mengukur efektivitas blusukan (turun lapangan) yang telah dilakukan. Kemudian tentang percepatan program pariwisata serta dampak gempa NTB terhadap  pariwisata. “ Kami juga survei tingkat pengetahuan dan penilaian masyarakat terhadap program beasiswa mahasiswa NTB ke luar negeri,” terang Miftah.

My Institute juga mengukur tingkat pengetahuan dan penilaian masyarakat terhadap program Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi yang digelar rutin setiap hari Jumat. “ Ada juga hasil survei tingkat kepuasan dan optimisme masyarakat terhadap kinerja Zul-Rohmi memasuki 100 hari kerja,” imbuhnya.

Selain tingkat kepuasan korban bencana yang rendah, beberapa program andalan Zul-Rohmi juga belum diketahui banyak oleh masyarakat. Misalnya saja program pengiriman mahasiswa ke luar negeri.Berdasarkan hasil survei, pengiriman 1000 pelajar ke luar negeri tersebut hanya diketahui oleh 20,2 persen masyarakat. Sedangkan 79,8 persen masyarakat mengaku belum mengetahuinya. “ Tapi 91,1 persen masyarakat yang tahu, menilai program tersebut berdampak positif,” ucapnya.

Secara umum program tersebut diterima dengan baik oleh masyarakat. Hal itu sebagai salah
satu langkah mengembangkan SDM di NTB. Namun ada 8,9 persen yang menganggap masih kurang berdampak. Program tersebut dinilai hanya untuk lulusan S1 atau SMA saja. Padahal peningkatan skill untuk lulusan SD, SMP perlu ada. “ Syarat untuk mengikuti program beasiswa tersebut juga masih dianggap berat. Apalagi hanya diketahui 20,2 persen masyarakat yang memang berpendidikan,” ujarnya.

Program lainnya yang sering digaung-gaungkan adalah Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi setiap
hari Jumat. Berdasarkan survei, hanya 10,4 persen masyarakat yang mengetahui program tersebut. Bagi yang mengetahuinya,  100 persen menganggap program tersebut sangat positif untuk mendengar aspirasi masyarakat. Beberapa daerah yang masih kurang mengetahui program tersebut ada di Kota Bima, Lombok Tengah dan Masyarakat Lombok Timur yang rata-rata di bawah 10 persen saja yang mengetahuinya. “ 89,6 persen masyarakat tidak tahu program Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi,” ungkapnya.

Kabar baiknya, meski baru akan berjalan 100 hari masa kerja Zul-Rohmi, namun masyarakat NTB sudah cukup puas dengan berbagai gebrakan dan program yang sudah dijalankan. Terutama penilaian tersebut dilihat dari tingginya intensitas keduanya untuk turun lapangan, sehingga dapat
mendengar keluh kesah masyarakat NTB secara langsung. Berdasarkan survei, sebanyak 55,6 persen masyarakat sudah cukup puas dengan kinerja Zul-Rohmi. Sedangkan 44,4 persen masyarakat mengaku masih belum puas setelah 3 bulan Zul-Rohmi memimpin NTB. “Bagusnya juga, 87 persen masyarakat optimis NTB akan Gemilang di bawah kepemimpinan Zul-Rohmi,” tutup Miftah.

BACA JUGA: BI Tawarkan Tiga Solusi Bangkitkan Ekonomi NTB Pascagempa

Gubernur NTB Zulkieflimansyah berjanji akan terus melakukan yang terbaik untuk NTB. “ Adanya survei seperti ini penting. Dan bukan kami yang biayai. Dilakukan sendiri,” kata Gubernur.

Terkait dengan banyaknya korban bencana yang belum puas, gubernur menyadari hal itu. Apalagi rehabilitasi dan rekonstruksi cukup berat. “ Karena rumah tahan gempa tidak sederhana. Cukup ribet saya lihat saat dipaparkan. Tapi mau gimana lagi, itu yang terbaik meski agak lama prosesnya. Karena gempa kemarin 5 SR saja buat kita kaget. Gimana kalau kedepan ada 6 atau 7 SR,” ucapnya.(zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut