SDN 7 Mataram Buat Aturan Tatacara Penjemputan Anak

SDN 7 Mataram Buat Aturan Tatacara Penjemputan Anak
SISWA: Nampak beberapa murid SDN 7 Mataram menenteng tas menuju gerbang saat akan djemput pulang sekolah. (NASRI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Jajaran SDN 7 Mataram membuat aturan khusus terhadap tata cara penjemputan anak di sekolah. Langkah yang dilakukan tersebut tidak lain bertujuan untuk membuat siswa, orangtua dan sekolah merasa lebih aman dan nyaman setiap kali siswa pulang sekolah.

Kepala SDN 7 Mataram, Hj. Baiq Zohri Uyuni mengatakan, latar belakang dibuatnya aturan tersebut, karena belakangan terkahir ini banyak para orangtua dan keluarga datang menjemput menggunakan pakaian yang kurang sopan. Tidak sedikit dari mereka memakai celana pendek, terutama para ibu-ibu.

“Ini kesannya tidak sopan. Upaya yang kami lakukan itu bertujuan untuk melahirkan kondisi tertib, aman dan nyaman di sekolah,” katanya, Kamis (2/11).

BACA JUGA :  Wagub NTB Kunjungi SMAN 1 Suela

Bagi pihaknya, cara yang dilakukan tersebut merupakan langkah yang dinilainya paling tepat menghindari peristiwa-peristiwa yang tidak diinginkan bersama. Misalnya, seperti terjadinya penculikan anak dan sejenisnya.

Dengan dasar ini juga pihaknya membuat aturan yang cukup ketat pada kelangsungan proses penjemputan siswa. “Kalau kita tidak ketat, tentu banyak orang yang sembarangan masuk ke dalam lingkungan sekolah kita,” tambahnya.

Tidak hanya itu, sering ada orangtua atau bahkan pihak luar keluar masuk dengan sembarangan. Hal ini juga salah satu faktor yang membuat pihaknya risih. “Ini yang melatari terkait batasan-batasan memasuki lingkungan sekolah. Dalam hal ini, pihaknya hanya memberikan para orang tua menunggu di depan gerbang sekolah,” ujarnya.

Begitupun dengan, batasan cara menggunakan pakaian oleh para orangtua atau yang menjemput siswa juga memiliki aturan. Diantaranya dalam hal ini, pihaknya mengingatkan kepada para orang tua atau orang yang menjemput siswa tetap menggunakan pakaian layak.

“Batasan cara menggunakan pakaian saat penjemputan juga kita detailkan, semua ini kan demi siswa juga,” tutupnya. (cr-rie)