SDN 1 Rempung Tampilkan Budaya Tempo Dulu

Karnaval Desa Rempung Berlangsung Meriah

SDN 1 Rempung Tampilkan Budaya Tempo Dulu
KARNAVAL: Murid SDN 1 Rempung dan orangtuanya turut menyemarakkan pawai memeriahkan HUT RI ke 72 di Desa Rempung. (Janwari Irwan/Radar Lombok)

SELONG — Murid SDN 1 Rempung dan orangtuanya  turut menyemarakkan pawai memeriahkan HUT RI ke 72 di Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, Sabtu lalu (27/8).

Murid sekolah ini  menampilkan atraksi budaya masyarakat Desa Rempung tempo dulu.

Aksi  murid bersama orangtuanya menjadi daya tarik tersendiri sehingga mendapatkan sambutan meriah di sepanjang jalan.”Tema yang diangkat pada pawai karnaval  dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-72 tahun ini yaitu tentang atraksi budaya desa Rempung zaman dulu yang saat sekarang sudah mulai punah,” kata Kepala SDN 1 Rempung Junaedi S.Pd.

Lebih jauh dikatakannya,ada beberapa tradisi budaya masyarakat desa Rempung yang sudah mulai punah saat ini seperti tradisi Memaca yaitu tradisi membaca hikayat yang biasa dilakukan saat ada anggota  keluarga  meninggal dunia. Tradisi Memaca ini sering dilakukan setiap malam selama satu minggu setelah ada yang meninggal dunia.Generasi muda saat kini belum ada yang mampu melakukan ini sehingga ini perlu segera dilakukan pembelajaran.

Selain itu lanjut Junaedi,pihaknya juga menampilkan  rumah tradisi masyarakat Rempung zaman dulu yaitu  rumah yang atapnya dibuat dari alang-alang. Rumah adat ini disebut “alang”,  biasanya dipergunakan untuk menyimpan padi.

Lebih jauh dikatakannya, dalam  karnaval kali ini juga ditampilkan  regu pengiring pengantin setelah akad nikah di masjid. Ketika pengantin akan pulang dari masjid, diiringi oleh ratusan warga sambil membaca doa yang biasa di sebut “Len Nabi”. Tradisi ini juga sudah tidak lagi dilakukan karena  sekarang calon pengantin banyak melakukan prosesi akad nikah di rumahnya.

“Jadi tidak salah pawai karnaval kali ini  mengambil tema “Rempung Spuan Ijan” atau Rempung Zaman Dulu,”jelasnya.

Peserta  karnaval dari SDN 1 Rempung jumlah pesertanya 500 orang. Selain murid bersama orangtuanya juga tokoh-tokoh masyarakat dan unsur pemuda ikut bergabung  yang juga menampilkan aneka jenis permainan tempo dulu seperti kuda-kudaan dari pelepah pisang.

Karnaval ini di ikuti juga oleh SDN 3 Rempung yang menampilkan peralatan tempur masa kini dan penampilan pakaian budaya Nusantara. Sedangkan untuk peserta lainnya berasal dari dusun-dusun yang juga menampilakan atraksi unik dan lucu sehingga menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat yang menonton pawai karnaval tersebut.

Kepala Desa Rempung Umar Ubaid melepas para peserta pawai karnaval di depan kantor Desa Rempung yang didampingi oleh  Sekdes,Camat,Kapolsek dan PHBN.

“Saya mengucapkan terima atas partisipasi  seluruh elemen masyarakat Rempung yang begitu semangat dan penuh inovasi dalam menuangkan kreasi seni pada pawai karnaval tahun ini  yang berbeda dengan tahun sebelum,” katanya. (cr-wan).