SDN 1 Dasan Tereng Ikut Sukseskan “Zero Waste”

SDN 1 Dasan Tereng Ikut Sukseskan “Zero Waste”
LINGKUNGAN : Murid SDN 1 Dasan Tereng saat melakukan kegiatan penanganan sampah di taman halaman sekolah mereka kemarin. (Faisal Haris/RADAR LOMBOK)
Advertisement

GIRI MENANG-Penataan lingkungan sekolah di Lombok Barat patut diacungi jempol. Seperti yang dilakukan SDN 1 Dasan Tereng. Lewat tangan kepala sekolahnya, Nuraini, sejak beberapa bulan lalu sekolah ini menerapkan beberapa program dalam menciptakan sekolah bebas sampah. Sekolah yang terletak pinggir jalan provinsi NTB ini saat ini terus mengalami perubahan semenjak berdiri tanggal 01 April 1974 silam.

Nuraini menyampaikan, usaha yang dilakukan bisa menekan jumlah sampah di sekolah tanpa harus meninggalkan tugas pokok dari sekolah dalam mencerdaskan anak bangsa sesuai aturan yang ada. Pihaknya juga tidak luput memberikan pendidikan karekter kepada peserta didik, dengan melakukan penataan lingkungan sekolah, mulai menata lingkungan sekolah dengan penanaman bunga di halaman sekolah, kemudian membuat taman baca dengan memanfaatkan bekas botol plastik untuk tempat duduk peserta didik selepas proses belajar-mengajar di dalam ruangan. Pemamfaatan botol plastik bekas diisi sampah dengan metode ekobrik. “Awalnya kita melakukan penataan ini, berawal dari kita mengajak anak-anak mengurangi penggunaan sampah plastik, dengan kita kombinasi program pemerintah provinsi terkait program Zero Waste. Sehingga program ini juga sebagai bagian dari menyukseskan program Zero Waste di sekolah,” ungkapnya, Jumat (10/1).

Jika tidak ditata dengan baik, maka sampah akan menjadi masalah. Peserta didik diajak tidak membuang sampah sembarangan. Jika sampah tidak ditangani dengan baik, apalagi dengan jumlah murid yang mencapai 300 orang, maka setiap hari tumpukan sampah bisa dimana-mana.”Maka lewat program penataan lingkungan ini, kita bisa menekan jumlah sampah. Mungkin kita tidak bisa sampai nol sampah setidaknya bisa mengurangi. Dan program ini juga bisa berdampak kepada pendidikan karakter anak dalam membiasakan hidup sehat,”ucapnya.

Program ini sangat besar dampaknya kepada kebersihan sekolah. Pasalnya peserta didik juga dibiasakan memanfaatkan botol yang dibawa dari rumah untuk dijadikan tempat sampah. Selain itu juga lewat program sarapan bersama bisa mengurangi sampah di sekolah, karena tidak lagi perserta didik sarapan dengan menggunakan plastik atau tempat sarapan yang sekali pakai langsung dibuang di sekolah. Maka setiap hari peserta didik dianjurkan ketika membawa sarapan menggunakan tempat yang bisa digunakan kembali dari rumah. “Ada 3 program yg berjalan seiring yakni sarapan bersama, zero waste dan penataan lingkungan sekolah. Ketiga program ini didalamnya terinternalisasi nilai karakter dan muaranya nanti pada terbangunnya motivasi belajar siswa menuju peningkatan mutu sekokah secara umum,” ungkapnya.(sal)