SD dan TK Abata Fokus Bentuk Karakter Islami

SEMINAR KURIKULUM: Suasana pelaksanaan seminar dengan tema ‘’Meraih Ruh Islam Pada Kurikulum Akhir Zaman Bagi Orangtua‘’ yang diselenggarakan oleh SD dan TK Abata Islamic & Bilingual School di Mataram, Sabtu (21/1) (Ali Ma’shum/Radar Lombok)

MATARAM—SD dan TK Abata Isalmic & Bilingual School kembali menyelenggarakan seminar parenting yang diikuti seluruh wali murid sekolah tersebut. Seminar itu bertema ‘’Meraih Ruh Islam Pada Kurikulum Akhir Zaman Bagi Orangtua”.

Seminar ini digelar di Fave Hotel Mataram, Sabtu lalu (21/1) dan diikuti oleh sekitar 100 orang wali murid sekolah itu. Seminar tersebut menghadirkan motivator ustadzah Nurlaila Kemal Hasyim. ‘’Kegiatan seperti ini rutin kita gelar dua bulan sekali untuk orangtua murid dengan mengundang pembicara dari luar Mataram,” ujar Ika Sinta Sari selaku ketua Yayasan Abata Centre, kemarin.

Dikatakannya, orangtua sering sekali tidak memiliki konsep dalam mendidik anak. Untuk itu, Abata didirikan untuk membangun konsep yang jelas. Konsep tersebut disebutnya tidak mengikuti kebanyakan orang yang hanya mengejar prestasi saja.  Dikarenakan, prestasi itu adalah konsekuensi logis bagi anak didik yang suka belajar. Bangunan kurikulum dari Abata, kata dia, terdiri dari Pendidikan Nasional (Diknas), Islamic, pendidikan karakter dan kurikulum internasional. ‘’Ini artinya semua bingkainya untuk mencapai bahwa kita itu nantinya selamat di akhirat. Karena itu tujuan akhir dari hidup ini. Kita kan nanti bukan ditanya apa prestasi kita di dunia, tapi bagaimana kita berprestasi di mata Allah,’’ ungkap wanita yang juga seorang psikolog ini.

[postingan number=3 tag=”pendidikan”]

Ia juga ingin menekankan bahwa, nilai-nilai spiritual dalam siswa harus ditanamkan semenjak usia dini. Sehingga siap menghadapi tantangan zaman dan tidak tergerus oleh perubahan dan berani beda dengan orang lain. ‘’Bedanya dalam arti yang positif. Tapi bukan berarti mereka menjadi bangsa yang tertinggal. Malah nanti mereka bisa menjadi seorang motivator ataupun qori internasional umpamanya. Itulah yang ingin kita bangun,’’ harapnya.

Kegiatan seperti ini dengan mendatangkan pembicara dan motivator dari luar Mataram akan tetap digelar pihaknya. Ini dilakukan agar wawasan orantua lebih luas dan bisa sharing ilmu bagaimana pendidikan-pendidikan diluar sana.

Sementara itu, motivator Nurlaila Kemal Hasyim mengatakan, apapun kurikulum yang ada di sekolah, ruh Islam harus dimunculkan. Apalagi NTB dikenal sebagai Pulau Seribu Masjid.

Katanya, secerdas apapun murid dan kecendrungan intelegensi yang dimiliki, setiap orang memiliki kecerdasan yang berbeda. ‘’Sehingga kita perlu membaca mereka ini cenderungnya kemana. Kita tidak perlu memaksakan anak-anak meraih hanya kecerdasan akademis, tetapi mengarahkan anak kita tetap integritas kepribadian,’’ tandasnya. (gal/adv)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut