Satu-Satunya Desa di NTB Miliki Mobil Operasional Keamanan

MOBIL OPERASIONAL: Demi mewujudkan situasi keamanan di wilayahnya, masyarakat Desa Pemongkong melakukan swadaya membeli dua kendaraan operasional BKD (IRWAN/RADAR LOMBOK)

Masyarakat dimanapun pasti menginginkan keamanan, demi mendapatkan hidup yang lebih nyaman. Bahkan demi rasa aman itu, masyarakat pasti akan melakukan apapun, termasuk mengeluarkan uang secara swadaya untuk membeli kendaraan bagi desa, yang nantinya dijadikan sebagai kendaraan operasional untuk keamanan.

 

 


JANWARI IRWAN – LOMBOK TIMUR


 

DESA Pemongkong, merupakan desa yang berada di Kecamatan Jerowaru yang berada di daerah terpencil. Namun dibalik keterpencilannya itu, Desa Pemongkong merupakan satu-satunya desa yang saat ini memiliki Mobil Badan Keamanan Desa (BKD) sendiri, hasil swadaya masyarakat.

Menurut Kades terpilih Desa Pemongkong, Lalu Maskam Mawalli, Mobil BKD Pemongkong ini sudah dirancang sejak dia mencalonkan diri menjadi kepala desa. Dimana menurutnya Desa Pemongkong khususnya, dan umumnya wilayah selatan masih dinilai sangat rawan. Karena itu pihaknya mempunyai inisiatif membantu pihak aparat untuk menjaga wilayah selatan yang merupakan kawasan wisata.

“Mobil BKD ini sudah lama saya rencanakan. Namun saya baru bisa mewujudkan pada tanggal 29 Desember 2016 lalu,” kata Maskam saat ditemui Radar Lombok, Selasa (3/1).

Disampaikan, Mobil BKD yang saat ini berjumlah 2 unit itu berasal dari hasil swadaya masyarakat, yang dipinjamkan secara swadaya, dan akan diperuntukkan bagi pengamanan wilayah Desa Pemongkong yang kini menaungi 5 pedusunan. Anggota BKD sendiri juga telah terbentuk, berjumlah 5 orang, yang diambil dari masing-masing dusun yang ada di Desa Pemongkong.

Pengamanan ini nantinya akan menjadi binaan dari Babinkamtibmas, dan binaan dari Babinsa yang akan bersinergi dan melakukan pengamanan secara bersamaan, demi pengamanan Desa Pemongkong. ”Anggota yang sudah dibentuk akan diminta untuk dilatih dan di bina, agar para anggota mengerti akan hukum yang berlaku, dan tidak melebihi ketentuan yang sudah ditentukan,” paparnya.

Menurutnya, keamanan merupakan barometer suatu wilayah atas keberhasilan yang dicapai. Dengan tidak terjaminnya kemamanan di masyarakat, tentu akan berdampak pada seluruh aspek kehidupan di suatu wilayah tersebut.

Dicontohkan, ketika masyarakat ingin sehat, namun kesehariannya hanya tidur di kandang sapinya untuk menjaga ternak yang dia punya, maka secara otomatis kesehatan masyarakat itu akan sulit didapatkan. ”Sementara jika pemilik ternak tidak berbuat seperti itu, pemilik resah dengan ternaknya. Berhubung masih banyak maling yang berkeliaran,” ujarnya.

Wilayah selatan yang merupakan kawasan yang sangat luas, namun tidak sebanding dengan pihak keamanan yang menjaga, baik aparat kepolisian maupun TNI. Karena itu, untuk membantu para aparat keamanan dalam menjaga lingkungan, pihaknya mempunyai inisiatif untuk membuat BKD, yang akan diperuntukkan bagi masyarakat.

Tak hanya  itu, BKD yang sudah dibentuk dan beranggotakan 5 orang ini nantinya juga akan di bantu oleh Pamswakarsa Amphibi, yang akan dilibatkan untuk pengamanan wisatawan, baik wisatwan lokal, domestik, maupun asing.

“Rencana saya, nantinya akan membuat beberapa Pos Pengamanan untuk membantu para wisatawan asing yang membutuhkan bantuan. Anggota BKD nantinya akan siap mengantar sampai tujuan, sehingga keselamatan para wisatawan terjamin. Dan sebagai tugas utama, yakni rutin menyambangi masyarakat,” jelasnya.

Pihaknya berharap apa yang direncanakan ini mendapat dukungan dari pemerintah, demi menjaga keamanan dan menjamin keselamatan masyarakat luas, serta para wisatawanyang banyak berlibur ke pantai di wilayah selatan. Karena meskipun Desa Pemongkong bukan desa tujuan wisata, namun menjadi desa halauan wisata yang harus dijaga keamanannya.

“Dengan apa yang saya terapkan saat ini. Seandainya semua desa di Lombok Timur ini mempunyai BKD, saya yakin keamamanan masyarakat akan terjamin, dan pekerjaan Polmas dan Babinsa bisa terbantu,”harapnya.

Sementara Camat Jerowaru, Lalu Ahmad Zulkipli, juga sangat mendukung apa yang akan diterapkan oleh Kades terpilih Desa Pemongkong tersebut. Pihaknya juga berharap, mengingat sifatnya Mobil BKD yang ada masih dipinjam, maka pengamanan BKD tidak dilakukan setengah-setengah. Artinya pengamanan dilakukan seterusnya, demi terwujudnya keamanan di wilayah selatan.

“Karena wilayah selatan merupakan kawasan wisata. Maka apa yang sudah menjadi program ini saya harapkan terus berlanjut, dan tidak berhenti. Sehingga nantinya Desa Pemongkong dapat menjadi barometer keamanan desa,” pungkasnya. (*)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid