Satu PNS Pemalas Dipecat

PNS DIPECAT : Satu orang PNS di Kota Mataram dipecat tahun 2023 karena malas. (Ali Ma'shum/Radar Lombok)

MATARAM – Peringatan keras disampaikan Pemkot Mataram terhadap jajaran pegawai negeri sipil (PNS) yang melakukan tindakan indisipliner. Dibuktikan di sepanjang tahun 2023, pengawasan ketat dilakukan terhadap kinerja PNS. Tercatat satu orang PNS dipecat Pemkot Mataram karena malas masuk kantor.

Oknum tersebut tampaknya tidak bersyukur dengan ketatnya persaingan rekrutmen menjadi PNS. Tetapi setelah menjadi PNS malah bermalas-malasan dan akhirnya dipecat. “Ada satu orang PNS dipecat bulan September tahun 2023,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Taufik Priyono kepada Radar Lombok, Minggu (2/6).

ASN yang dipecat ini bukan lantaran terkena terkena kasus pidana melainkan berbulan-bulan tidak pernah masuk kerja. “Dia ini sudah berulang kali disidang tetapi tetap saja mengulangi perbuatannya. Itu sudah memenuhi syarat untuk dipecat,” imbuhnya.

Pemecatan PNS sudah sesuai dengan ketentuan mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Dengan UU tersebut, pemerintah memiliki kewenangan untuk memecat ASN. Pemecatan ini bukan hanya kepada kepada PNS nakal yang terlibat kasus pidana. Tetapi juga ada hal lainnya yang diatur dalam UU. Setelah dipecat, ASN yang dipecat tidak melakukan perlawanan dengan mengajukan gugatan terkait pemecatannya. “Tidak ada gugatan,” katanya.

Sebelum melakukan pemecatan, BKPSDM berupaya keras untuk mencari keberadaan PNS tersebut. Tetapi kerap tidak membuahkan hasil. ”Malah orang tuanya langsung yang kita datangi tapi anaknya ini tidak ada dan jarah pulang,” ungkapnya.

Selain itu, BKPSDM berupaya melakukan pembinaan dengan menarik oknum tersebut dari tempat awalnya bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram. Kemudian dipindahtugaskan ke BKPSDM agar lebih memudahkan pengawasan. “Dia dulu PNS di rumah sakit. Karena dia malas kita bina di BKPSDM. Dia sempat rajin hampir satu tahun tapi kemudian menghilang lagi,” terangnya.

Dibandingkan tahun 2022, jumlah PNS yang dipecat disebut menurun. Hal itu pertanda baik dengan kinerja dan disipilin PNS di Kota Mataram. “Trennya menurun tapi saya lupa jumlahnya berapa yang dipecat tahun 2022, yang jelas menurun. Saat ini tingkat disiplin pegawai lebih bagus karena sistem penilaian E-kinerja yang langsung dengan TPP (tunjangan penghasilan pegawai). Kalau dulu absensi tersendiri dan kinerja tersendiri. Sekarang sudah jadi satu dan mereka punya beban moril tinggi juga,” jelasnya.

Dengan pemecatan tersebut, jumlah PNS Kota Mataram terus berkurang. Ditambah lagi PNS yang memasuki usia purna tugas alias pensiun. “Jumlah PNS kita sekarang 4.453. Tapi kan jumlah PPPK kita yang nombokin,” pungkasnya. (gal)

Komentar Anda